Breaking News:

Satono Resmikan Gedung Laboratorium PCR Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas

Satono mengatakan, Laboratorium PCR di Labkesda itu, nantinya juga bisa dipakai untuk pemeriksaan mandiri bagi masyarakat yang ingin melakukan perjala

Penulis: M Wawan Gunawan | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Bupati Sambas, Satono dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sambas, Ferdinan Syolihin saat meresmikan gedung laboratorium PCR di Labkesda, Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Guna  mendukung percepatan tracking dan testing dalam penanganan pandemi Covid-19 di Kabupaten Sambas, pemerintah daerah Kabupaten Sambas menyediakan Laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR) baru di UPTD Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Dinas Kesehatan Sambas.

Pada kesempatan itu, Bupati Sambas Satono mengatakan, keberadaan laboratorium PCR di Labkesda Dinkes Sambas tersebut tentunya akan mempermudah Pemerintah Daerah dan masyarakat untuk melakukan tracking dan Tracing.

Kata dia, karena saat ini penanganan pandemi Covid-19 sangat bergantung pada pemeriksan PCR.

JADIKAN PRIORITAS Gubernur Sutarmidji Sebut Pembangunan Jembatan Sungai Sambas Besar Sedang Tender

"Tracking dan testing terkadap kontak erat orang positif Covid-19 sangat bergantung pada tes PCR. Jika hasil tes PCR lambat sudah tentu akan menghambat penanganan. Dengan adanya Laboratorium PCR baru di Labkesda ini sudah tentu akan mempermudah dan mempercepat kita,” ujarnya, Kamis 2 September 2021.

Satono mengatakan, Laboratorium PCR di Labkesda itu, nantinya juga bisa dipakai untuk pemeriksaan mandiri bagi masyarakat yang ingin melakukan perjalanan.

Lebih lagi kata dia, dalam waktu dekat ini peserta tes CPNS dan P3K di Kabupaten Sambas akan banyak membutuhkan surat PCR.

Orang nomor satu di Sambas itu sangat bersyukur, hari ini status Sambas sudah zona kuning atau resiko rendah penularan Covid-19. Dia berharap dengan adanya Laboratorium PCR baru di Sambas akan berdampak pada penurunan kasus positif Covid-19.

"Dengan adanya Laboratorium PCR baru ini harus dibarengi dengan profesional kerja petugas kesehatan. Jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak enak di dengar oleh masyarakat," katanya.

Kedepan, Satono ingin ada regulasi yang mengatur tarif tes PCR yang akan masuk ke pendapatan daerah. Menurutnya, penetapan tarif PCR harus pantas dan terjangkau untuk masyarakat luas. Tidak memberatkan dan sesuai dengan petunjuk pemerintah pusat.

"Pandemi belum berakhir. Tetap perkuat sinergitas antara stakeholder, karena kita tidak tahu seperti apa keadaan pandemi ini ke depannya. Apresiasi setinggi-tingginya kepada semua yang terlibat dalam Satgas Covid-19 dan sudah bekerja dengan seluruh jiwa raganya," tutupnya. (*)

(Update Informasi Seputar Kabupaten Sambas)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved