Waspadai Awan Penghujan, BMKG Rilis Potensi Banjir di Wilayah Timur Kalbar

Dia menjelaskan banyaknya awan penghujan ini sebagai dampak dari aktifnya gelombang atmosfer wilayah tropis Madden Julian Oscillation (MJO) di Samudra

Penulis: Imam Maksum | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
BMKG Kalbar rilis potensi hujan lebat dan banjir di wilayah Kalbar bagian timur, Selasa 31 Agustus 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Badan Meteorologi Krimatologi dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Barat merilis potensi terjadi banjir di Kalimantan Barat bagian wilayah timur mulai Selasa, 31 Agustus hingga 3 September 2021.

“Pantauan satelit cuaca mengindikasikan saat ini telah terdapat banyak awan penghujan di sekitar wilayah Kalbar,” kata Kepala Stasiun Meteorologi Supadio Pontianak Nanang Buchori, dikutip dari rilis BMKG pada Selasa 31 Agustus 2021.

Dia menjelaskan banyaknya awan penghujan ini sebagai dampak dari aktifnya gelombang atmosfer wilayah tropis Madden Julian Oscillation (MJO) di Samudra Hindia.

“Kondisi ini juga didukung dengan adanya pola angin siklonik pada ketinggian 3.000 feet di sekitar wilayah Kalbar,” ujarnya.

BMKG Keluarkan Peringatan Dini di Wilayah Kalbar, Potensi Hujan Deras di Kapuas Hulu dan Sintang

Pemodelan cuaca secara numerik, ujar Nanang Buchori, menunjukkan akan adanya hujan lebat di sebagian besar wilayah Kalbar mulai hari ini hingga setidaknya 03 September 2021 mendatang.

Wilayah yang diprakirakan lebih banyak terjadi hujan lebat adalah di Kalbar bagian timur seperti di sebagian wilayah Kabupaten Ketapang, Sekadau, Sintang, Melawi dan Kapuas Hulu.

“Pada wilayah-wilayah tersebut perlu diwaspadai potensi terjadinya banjir ataupun tanah longsor,” himbaunya.

Kata Dia, diprakirakan hujan dominan terjadi mulai siang, sore, malam hingga menjelang pagi. Perlu diwaspadai hujan pada siang hingga sore hari sering disertai dengan petir dan angin kencang berdurasi singkat.

“Masyarakat yang sedang dalam perjalanan darat diimbau untuk lebih berhati-hati saat jalan basah bisa menjadi lebih licin,” ujarnya.

Sementara itu pasang air laut hingga 3 September 2021 di sekitar Kota Pontianak diprakirakan belum tinggi. “Gelombang laut di beberapa wilayah perairan dan laut Kalbar diprakirakan terjadi peningkatan pada periode 1 – 3 September 2021.

“Antara lain tinggi gelombang 1.25 – 2.5 meter berpotensi terjadi di Perairan Selatan Anambas, Perairan Utara Anambas, dan laut Natuna,” jelasnya.

Ia menerangkan tinggi gelombang 2.5 – 4 meter diprakirakan terjadi di Laut Natuna Utara, Perairan Barat Natuna, Perairan Utara Natuna, Perairan Selatan Natuna – Pulau Midai, dan Perairan Subi – Serasan.

Selain itu, ia pun menambahkan prakiraan kemudahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalbar seminggu ke depan dalam kategori Aman. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved