Info CPNS
KEKURANGAN Protein Secara Terus-Menerus Dapat Mengakibatkan Penyakit - Penyakit Ini
Kekurangan protein kondisi yang umum terjadi ketika Anda tidak dapat memenuhi kebutuhan protein harian dari makanan.
Penulis: Mirna Tribun | Editor: Mirna Tribun
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Protein merupakan makronutrien yang dibutuhkan untuk membangun, memperbaiki, dan mengatur fungsi berbagai jaringan dan organ tubuh, termasuk otot.
Kekurangan protein kondisi yang umum terjadi ketika Anda tidak dapat memenuhi kebutuhan protein harian dari makanan.
Kekurangan protein tidak hanya menyebabkan munculnya rasa lapar, lelah, dan lemas, tetapi juga dapat membuat sistem kekebalan tubuh Anda menurun.
Kekurangan protein dapat terjadi bila asupan protein tidak cukup, atau bila tubuh tidak bisa mencerna dan menyerap protein dengan baik.
Kabar baiknya, hal ini cukup jarang terjadi bila Anda memiliki pola makan dengan gizi yang seimbang.
• GEJALA Penderita yang Mengalami Penyakit Tetanus, Penyakit Ini Sangat Mematikan
Tak hanya pola makan dengan kandungan protein yang rendah, defisiensi protein bisa disebabkan oleh kondisi medis tertentu, antara lain:
- AIDS
- anoreksia nervosa
- kanker
- masalah pencernaan, seperti amiloidosis
- penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)
- gagal ginjal
Beberapa penyakit yang disebutkan biasanya membutuhkan ahli gizi guna membantu merancang pola makan yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.
Dengan begitu, kekurangan gizi, seperti protein, mungkin tidak akan terjadi.
Sejumlah dampak buruk yang dapat muncul akibat kekurangan protein adalah:
1. Kerontokan rambut
Kurangnya asupan protein bisa memicu kerontokan rambut.
Hal ini karena saat tubuh kekurangan protein, laju pertumbuhan rambut akan melambat dan semakin banyak folikel rambut yang memasuki fase istirahat.
Efeknya, rambut menjadi rapuh, mudah rontok, dan menjadi lebih tipis.
2. Gangguan fungsi otak dan kesehatan mental
Kekurangan protein dapat menyebabkan gangguan fungsi otak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/kekurangan-protein-secara-terus-menerus-dapat-mengakibatkan-penyakit-penyakit-ini.jpg)