BKSDA Kalbar Pasang Plang Waspada Buaya di Gang Romoyo Kota Singkawang

Dengan adanya papan himbauan, warga masyarakat di sekitar lokasi kemunculan buaya diharapkan tidak melakukan aktifitas di sungai mengingat satwa buaya

Penulis: Rizki Kurnia | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/RIZKI KURNIA
Plang peringatan buaya yang dibuat oleh BKSDA Kalbar untuk mengimbau masyarakat, Minggu 22 Agustus 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat melalui SKW III Singkawang memasang sejumlah plang himbauan bahaya buaya di sepanjang tepian sungai di gang Romoyo, Jl Kalimantan, Kota Singkawang, Kalimantan Barat.

Pada plang berlogo BKSDA Kalbar tersebut, tertulis 'Hati-hati di sepanjang sungai ini diduga habitat buaya muara (Crocodylus Porosus) dilindungi undang-undang. Hindari aktivitas di sungai'.

BKSDA Kalbar melalui Plt. Kepala SKW III Singkawang, Lidia Lilly menegaskan menegaskan bahwa pemasangan papan himbauan tersebut adalah langkah awal yang dilakukan.

Dengan adanya papan himbauan, warga masyarakat di sekitar lokasi kemunculan buaya diharapkan tidak melakukan aktifitas di sungai mengingat satwa buaya ini merupakan satwa yang hidup berkelompok dan memiliki insting yang kuat.

Warga Gang Romoyo Singkawang Masih Resah Dengan Keberadaan Buaya Liar di Sekitar Permukiman

"Dikhawatirkan penangkapan buaya oleh warga yang dilakukan pada tanggal 10 Agustus 2021 yang lalu akan menimbulkan masalah dan dikhawatirkan membahayakan warga sekitar," terang Lily dalam press rilis, Minggu 22 Agustus 2021.

Ia juga menerangkan, pemasangan papan himbauan juga dilakukan bersama salah satu perwakilan warga di Jl Kalimantan.

Dimana warga tersebut menyatakan bahwa kemunculan buaya terjadi sekitar 3-5 tahun semenjak dibangunnya RPH (Rumah Potong Hewan) di sekitar lokasi tersebut.

"Dari RPH kerap membuang limbah potongan hewan ke sungai, hal tersebut menyebabkan buaya muncul di sekitar sungai dan meresahkan masyarakat. Berharap Pemerintah Kota Singkawang bisa mengembangkan sungai di Jl Kalimantan menjadi lokasi wisata buaya atau wisata lain sesuai potensi yang ada," jelasnya.

Selain pemasangan papan-papan himbauan, dalam waktu dekat Balai KSDA Kalimantan Barat akan melakukan penyuluhan dan penyadartahuan terkait satwa liar buaya dengan mendatangkan nara sumber yang berkompeten sehingga masyarakat diharapkan akan memiliki pengetahuan dan memahami perilaku buaya. (*)

(Simak berita terbaru dari Singkawang)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved