PTM Terbatas SMA/SMK di Kalbar Dimulai, Sungeng Tegaskan Prokes Ketat dan Maksimalkan Fungsi UKS

Selanjutnya Tim Satgas Covid-19 harus Pro Aktif melakukan monitor perkembangan siswa terutama siswa yang ada gejala jangan sampai masuk sekolah.

Penulis: Anggita Putri | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Jovi Lasta
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat Sugeng Hariadi. TRIBUN PONTIANAK/JOVI LASTA 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat, Sugeng mengatakan bahwa untuk SMA/SMK Se-Kalbar sudah mulai melakukan pembelajar tatap muka yang dilakukan secara bertahap.

Ia berharap sekolah yang sudah mulai melakukan PTM secara ketak melaksanakan prokes covid-19.

Selain itu, terutama masalah pengukuran suhu, dan termasuk penyediaan masker disekolah untuk antisipasi ketika ada siswa yang lupa membawa masker cadangan.

Sugeng juga mengimbau agar guru maupun peserta didik yang ada gejala seperti batuk, pilek dan demam tidak usah masuk sekolah. Ia menekankan bahwa kesdaran terhadap hal tersebut harus diterapkan di satuan pendidikan.

Warga Sumatera Tempuh 14 Jam Untuk Ikuti Vaksinasi di BEM FISIP Untan

Lalu untuk memaksimalkan fungsi UKS yang dianggap sangat penting dan harus terus berkordinasi dengan pihak Puskesmas setempat sesuai daerah sekolah untuk pelaksanaan PTM terbatas yang sudah dimulai.

Selanjutnya Tim Satgas Covid-19 harus Pro Aktif melakukan monitor perkembangan siswa terutama siswa yang ada gejala jangan sampai masuk sekolah.

Dimana peserta didik yang kurang sehat bisa mengikuti pelajaran lewat daring begitu juga kalau ada guru yang baru datang dari luar kota untuk tidak masuk sekolah dulu dan harus menjalankan karantina terlebih dahulu.

“Mudah-mudah berjalan lancar tidak ada kasus di sekolah kalau prokes ketat selain makser herlapis diharapkan dapat dilapis masker luar agar lebih.

Selanjutnya terkait pelaksanaan Vaksinasi sendiri untuk siswa SMA/SMK yang sudsh dimulai dari siswa kelas XII masih berlangsung untuk vaksinasi tahap kedua.

“Tapi masih ada daerah yang berhenti melaskanakan vaksinasi siswa, karena masih menunggu vaksin. Kalau di Kayong belum bisa karena belum menysar keanak-anak masih diutamakan lansia,”ujarnya.

Ia meminta kepala sekolah harus selalu kordinasi dengan Kadiskes kabupaten kota untuk vaksinasi siswa agar dapat membentuk herd imunity.

“Mereka yang belum vaksin pertama bisa korinasikan langsung ke sekolah. Kalau sekarang di Kota Pontianak sudah masuk vaksinasi tahap dua,”pungkasnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved