Pola Hidup Sehat

CIRI - CIRI Kanker Otak, Dari Kanker Otak Stadium 1 Hingga Kanker Otak Stadium 4

Alasan mengapa kanker otak bisa berakibat fatal adalah keganasan tumornya, yang dapat menyebabkan berbagai gejala serius. Apalagi, otak merupakan....

Penulis: Mirna Tribun | Editor: Mirna Tribun
https://www.honestdocs.id/
Kanker Otak Stadium 1 sampai 4. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID – Kanker otak adalah pertumbuhan sel-sel abnormal yang bersifat ganas pada otak.

Kanker otak terjadi ketika ada tumor ganas yang tumbuh dan berkembang di otak.

Penyakit ini terbagi menjadi 2 jenis, yaitu kanker otak primer yang penyebabnya datang dari organ otak itu sendiri, dan kanker otak sekunder yang muncul dari bagian tubuh lain, lalu menyebar sampai ke otak.

Kanker otak sekunder biasanya terjadi karena penyebaran dari kanker lain, seperti kanker paru, payudara, ginjal, usus besar, dan kulit. 

Alasan mengapa kanker otak bisa berakibat fatal adalah keganasan tumornya, yang dapat menyebabkan berbagai gejala serius.

Apalagi, otak merupakan salah satu organ paling vital dalam tubuh manusia.

KANKER Usus Stadium 4, Waspadai Ciri-ciri Kanker Usus

Sedikit saja gangguan terjadi pada organ ini, efek buruk yang dirasakan mungkin dapat cukup besar.

Terlebih, kanker otak merupakan kondisi yang tidak bisa dihindari.

Meski begitu, kanker otak dapat ditangani jika dideteksi sejak awal.

Sebagian besar dari keganasan pada otak disebabkan oleh kanker yang dimulai dari bagian tubuh lain dan menyebar ke otak melalui pembuluh darah.

Hal ini disebut sebagai tumor sekunder.

Kanker yang dapat menyebar ke otak mencakup kanker paru, kanker payudara, kanker usus besar, dan kanker kulit tipe melanoma.

Beberapa kanker otak ganas yang berawal dari sel-sel otak (kanker otak primer) dapat disebabkan oleh tumor otak yang jinak dan berkembang menjadi ganas.

Namun alasan perkembangan dari tumor otak secara primer masih belum diketahui secara pasti.

CIRI - ciri Kanker Rahim, Kenali Gejala Awal Terkena Kanker Rahim

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker otak adalah:

  • Usia

Kanker otak dapat memengaruhi individu dari setiap kelompok usia, termasuk anak-anak.Namun risiko dari penyakit ini meningkat seiring dengan bertambahnya usia.

Sebagian besar kanker otak terjadi pada individu yang berusia 50 tahun ke atas.

  • Riwayat keluarga

Individu yang memiliki riwayat keluarga dengan tumor otak berisiko lebih tinggi untuk mengalami tumor otak.

  • Radioterapi

 Individu yang telah mengalami paparan radioterapi pada bagian kepala memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami tumor otak jenis tertentu di kemudian hari.

  • Kondisi genetik

 Beberapa kondisi genetik tertentu dapat meningkatkan risiko terjadinya tumor otak.

PENYEBAB Kanker Kulit Wajah, Kenali Sejak Dini Gejala Kanker Kulit Wajah

Gejala Kanker Otak

Gejala kanker otak pada umumnya sulit dikenali karena bisa sangat mirip dengan penyakit lainnya yang lebih ringan.

Itu sebabnya banyak orang yang memiliki penyakit ini baru didiagnosis ketika sudah berada pada stadium akhir, sehingga terlambat mendapatkan pengobatan kanker otak.

Oleh karena itu, sebaiknya Anda mengenali apa saja gejala, tanda-tanda, dan ciri-ciri penyakit kanker otak yang mungkin terjadi, agar bisa lebih waspada.

Dilansir dari hellosehat.com, secara umum, gejala-gejala, tanda-tanda, dan ciri-ciri orang yang terkena atau menderita penyakit kanker otak, baik yang mungkin muncul pada stadium awal sampai akhir, adalah:

1. Sakit kepala

Sakit kepala adalah gejala dini atau awal yang umumnya timbul akibat penyakit kanker otak.

Gejala ini memang tampak seperti tanda dari penyakit ringan lain.

Namun, ciri-ciri sakit kepala karena kanker otak, yaitu terjadi secara terus menerus dan cenderung memburuk seiring berjalannya waktu.

GEJALA Kanker Prostat Pada Usia Muda, Diantaranya Sering Buang Air Pada Malam Hari

Bahkan, obat sakit kepala biasa pun cenderung tidak mempan untuk mengobati gejala ini.

Sakit kepala sebagai tanda kanker otak juga seringnya semakin parah pada pagi hari, saat batuk atau mengejan, atau saat Anda beraktivitas.

Gejala ini pun terkadang bisa membangunkan tidur Anda saat malam hari.

Meski demikian, sakit kepala karena kanker otak bukanlah satu-satunya tanda yang timbul.

Umumnya, gejala ini dibarengi dengan kondisi lainnya, seperti perubahan pada penglihatan.

Oleh karena itu, bila Anda mengalami sakit kepala, terutama bila semakin parah dan diiringi dengan gejala lainnya, sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter.

Kondisi ini tidak pasti sebagai tanda bahwa Anda memiliki kanker otak, tetapi tidak ada salahnya untuk mengetahui secara pasti apa penyebab dari timbulnya gejala tersebut.

2. Kejang

Selain sakit kepala, kejang adalah ciri-ciri awal kanker otak lainnya yang sering terjadi.

Theodore Schwarts, seorang ahli bedah saraf di Weill Cornell Brain and Spine Center, mengatakan kondisi ini disebabkan oleh tumor yang mengiritasi otak sehingga membuat sel saraf otak bekerja tidak terkendali, dan menyebabkan anggota tubuh Anda bergerak menyentak tiba-tiba.

Seseorang yang menderita kanker otak bisa mengalami gejala kejang yang bervariasi.

Gejala kejang yang dirasakan tidak selalu kelojotan.

Anda bisa mengalami kejang hebat di seluruh tubuh, sentakan (kedutan) di bagian tubuh tertentu, kekakuan satu anggota badan, atau sensasi kaku di salah satu bagian wajah.

Kejang juga dapat berupa perubahan sensasi (penglihatan, penciuman, atau pendengaran) tanpa kehilangan kesadaran, bengong sesaat, mata mendelik sekejap, atau tanda lain yang tidak disadari penderita bahkan orang di sekitarnya.

INILAH GEJALA Kanker Limfoma Hodgkin, Diantaranya Muncul Benjolan di Leher Ketiak & Selangkangan

3. Kelemahan dan mati rasa

Gejala atau ciri-ciri lainnya yang mungkin terjadi bila Anda sakit atau kena kanker otak, yaitu kelemahan atau mati rasa pada tubuh Anda.

Kondisi ini bisa terjadi karena tumor mengganggu kerja otak, terutama otak besar, yang berfungsi mengontrol gerakan atau sensasi.

Gangguan kerja otak inilah yang kemudian menimbulkan kelemahan atau mati rasa, yang seringnya hanya di satu sisi.

Mati rasa dan kelemahan ini juga bisa terjadi bila tumor ganas (kanker) terbentuk di batang otak, tempat di mana otak terhubung dengan sumsum tulang belakang.

Pada kondisi ini, Anda mungkin mengalami kehilangan rasa di lengan dan/atau tungkai kaki, yang biasanya terjadi di kedua sisi tubuh.

4. Gangguan penglihatan

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, tumor ganas (kanker) di otak bisa menimbulkan gangguan atau masalah pada penglihatan Anda.

Kondisi ini bisa terjadi bila tumor atau kanker otak menyerang atau berada di dekat saraf optik.

Anda mungkin akan mengalami perubahan penglihatan, seperti penglihatan ganda, penglihatan kabur, atau kehilangan penglihatan secara bertahap.

Anda mungkin juga melihat titik-titik putih atau bentuk yang mengambang di jarak pandang Anda, atau yang disebut dengan aura.

Meski demikian, gejala dan tingkat keparahan dari masalah penglihatan ini akan berbeda pada setiap penderitanya.

Hal ini tergantung pada ukuran dan jenis tumor di otak tersebut.

 
5. Kesulitan berbicara

Ciri-ciri atau gejala lainnya yang mungkin dialami penderita kanker otak, yaitu kesulitan berbicara, seperti bicara gagap atau terbata-bata, berbicara melantur, hingga kesulitan mengucap nama benda padahal sudah di ujung lidah.

Hal ini umumnya terjadi karena kanker atau tumor berkembang di salah satu lobus otak, yaitu lobus frontal atau temporal.

Lobus frontal berperan dalam produksi bahasa atau bagaimana Anda mengekspresikan diri, sedangkan lobus temporal membantu Anda dalam memahami apa yang dikatakan orang lain kepada Anda.

Adanya tumor di salah satu dari area otak tersebut menyebabkan Anda sulit bicara dan memahami apa yang dikatakan orang lain.

6. Masalah memori atau berpikir

Kanker otak bisa menyebabkan gangguan kognitif, seperti sulit mengingat (ingatan lama atau ingatan baru), konsentrasi buruk, mudah bingung atau linglung, kesulitan berpikir jernih, dan kesulitan memproses informasi.

Sama seperti di kesulitan bicara, hal ini umumnya terjadi karena tumor berada di bagian depan otak, yaitu lobus frontal atau temporal.

7. Kehilangan keseimbangan

Kehilangan kesimbangan dan fungsi motorik, seperti merasa goyah ketika berdiri, berdiri miring ke satu sisi tanpa disadari, sering jatuh, hingga sulit berjalan, bisa menjadi tanda-tanda atau gejala sakit kanker otak.

Hal ini terjadi karena tumor atau kanker berada dan berkembang di otak kecil Anda.

Selain gejala yang disebutkan di atas, ciri-ciri penyakit kanker otak lainnya pun bisa saja muncul, seperti mual dan muntah, perubahan siklus menstruasi (terutama pada wanita), kelelahan tanpa alasan yang jelas, dan yang lainnya.

Bila ini terjadi pada Anda, segera konsultasikan diri ke dokter untuk memastikan penyebab tersebut.

Stadium Kanker Otak

Perkembangan penyakit kanker otak ke dalam empat tingkatan atau stadium, mulai dari stadium 1 hingga stadium 4.

Semakin tinggi angkanya, semakin parah pula kondisi yang Anda miliki. Berikut adalah penjelasan masing-masing stadiumnya:

  • Stadium I

Penyakit tumor otak stadium 1 atau I termasuk ke dalam tingkat awal, dengan ciri-ciri atau tanda-tanda, yaitu sel tumor yang tumbuh dan berkembang secara lambat.

Selain bersifat jinak, sel-sel tumor ini juga terlihat identik dengan sel sehat ketika diteliti di bawah mikroskop.

Tumor otak pada tingkat ini pun sangat jarang dapat menyebar ke jaringan lain di dekatnya.

Beberapa jenis tumor otak yang masuk ke dalam kanker otak stadium 1 bisa tidak merasakan gejala apapun dalam beberapa waktu, sehingga pengobatan mungkin belum dibutuhkan.

Namun, beberapa pasien lainnya mungkin merasakan gejala sehingga pengobatan perlu segera dijalani, yang umumnya berupa operasi pengangkatan seluruh tumor.

  • Stadium II

Ciri-ciri penyakit kanker otak stadium 2, yaitu sel tumor yang masih berkembang secara lambat, tetapi mungkin dapat menyebar ke jaringan terdekat atau sel tumor kembali setelah perawatan dilakukan (dengan tingkatan yang lebih tinggi).

Saat dilihat di bawah mikroskop, sel tumor ini pun terlihat sedikit tidak normal.

Gejala kanker otak pada stadium ini bisa bervariasi, tergantung sel atau jaringan otak yang terpengaruh, sedangkan pengobatan utama pada tahap ini berupa operasi pengangkatan tumor.

  • Stadium III

Berbeda dengan dua tahapan sebelumnya, tumor otak stadium 3 (III) sudah bersifat ganas sehingga sudah tergolong sebagai kanker, dengan ciri-ciri, yaitu pertumbuhan sel tumor yang cepat, dapat menyebar ke jaringan terdekat, serta dapat kembali setelah menjalani perawatan.

Saat dilihat di bawah mikroskop, sel tumor akan terlihat berbeda (abnormal) dari sel sehat pada umumnya.

Sama seperti stadium kanker otak lainnya, tahapan 3 penyakit ini dapat menimbulkan gejala yang mungkin bervariasi, dengan cara mengobati yang bisa bervariasi pula.

Adapun pengobatan pada stadium ini umumnya, yaitu operasi, radioterapi, dan kemoterapi.

  • Stadium IV

Kanker otak stadium 4 (IV) merupakan tahap akhir pada penyakit ini, dengan ciri-ciri sebagai berikut:

Perkembangan sel tumor yang sangat cepat (paling ganas).

Dapat menyebar dengan mudah ke jaringan terdekat di dalam otak atau terkadang ke sumsum tulang belakang.

Secara aktif mereproduksi sel abnormal.

Sel tumor terlihat sangat berbeda (abnormal) di bawah mikroskop.

Tumor membentuk pembuluh darah baru untuk mempertahankan pertumbuha yang cepat.

Tumor memiliki area jaringan atau sel yang mati, yang disebut nekrosis.

Dapat kembali setelah menjalani perawatan.

Pengobatan dan obat pada stadium akhir ini umumnya, yaitu radioterapi dan kemoterapi.

Prosedur pengobatan ini umumnya diberikan untuk mengontrol pertumbuhan sel tumor selama mungkin, meringankan gejala, serta memperbaiki kualitas hidup.

Penyebab Kanker Otak secara Umum

Seperti yang telah dijelaskan di atas, penyebab kanker otak hingga saat ini belum diketahui dengan pasti.

Meski demikian, terdapat sejumlah faktor yang diduga dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terkena penyakit ini, yakni:

1. Faktor genetik

Sebagian kasus tumor otak terjadi pada orang yang memiliki riwayat kanker dalam keluarganya.

Seseorang yang memiliki riwayat penyakit genetik dalam keluarga, seperti sindrom Gorlin, sindrom Turner, sindrom Li-Fraumani, tuberous sclerosis, atau neurofibromatosis, juga dikatakan lebih berisiko terkena kanker otak.

2.Paparan radiasi

Paparan radiasi yang dapat meningkatkan risiko kanker otak bisa berasal dari radiasi nuklir, ledakan bom atom, ataupun radioterapi untuk mengobati kanker.

Orang yang terpapar radiasi dalam dosis tinggi atau dalam jangka waktu yang lama, baik di kepala maupun bagian tubuh lainnya, lebih berisiko terkena kanker, termasuk kanker otak.

Sel tumor dan kanker akibat paparan radiasi tinggi umumnya baru berkembang sekitar 10-15 tahun setelah terpapar.

Sedangkan paparan radiasi dari pemeriksaan radiologi, seperti CT scan dan Rontgen, atau radiasi HP, sejauh ini masih dianggap belum cukup tinggi untuk menyebabkan kanker otak.

3. Pencemaran lingkungan

Paparan bahan kimia tertentu pada jangka waktu panjang bisa meningkatkan risiko kanker, termasuk kanker otak.

Bahan kimia tersebut antara lain adalah pestisida, herbisida (pembasmi gulma), vinil klorida pada produk plastik, timah, dan zat kimia yang terdapat pada karet, bahan bakar, serta tekstil.

Mereka yang berisiko terpapar bahan kimia ini adalah petani, pekerja kilang minyak, serta karyawan industri plastik, karet, dan tekstil.

4. Kebiasaan merokok

Kandungan bahan kimia yang terdapat dalam rokok dapat merusak sel-sel tubuh, yang kemudian dapat menyebabkan kanker paru-paru dan meningkatkan risiko terkena kanker lainnya, termasuk kanker otak.

5. Infeksi virus

Infeksi virus dapat menyebabkan kerusakan pada DNA sel sehingga berpotensi menyebabkan sel berubah menjadi kanker.

Hal ini juga dapat terjadi pada sel otak. Beberapa jenis virus yang dikaitkan dengan kanker otak adalah HIV, cytomegalovirus dan virus Epstein-Barr (EBV).

6. Usia dan jenis kelamin

Dari sejumlah data medis, kanker otak lebih banyak ditemukan pada anak-anak dan lansia.

Untuk jenisnya sendiri, wanita disebut lebih berisiko terkena kanker otak jenis meningioma, sedangkan kanker otak jenis medullablastoma lebih sering ditemukan pada anak-anak.

Risiko kanker otak karena faktor keturunan tidak dapat dicegah.

Sedangkan paparan radiasi, bahan kimia, dan kebiasaan merokok adalah faktor-faktor yang bisa dihindari untuk menurunkan risiko terjadinya kanker otak.

Perlu diingat, faktor risiko di atas tidak mutlak menjadi penyebab kanker otak. Jika seseorang memiliki satu atau beberapa faktor risiko, belum tentu ia pasti akan terkena kanker otak.

Faktor-faktor tersebut hanya meningkatkan risiko terjadinya kanker otak.

Sebaliknya, kanker otak dapat terjadi meskipun tanpa adanya faktor risiko.

Oleh karena itu, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mempelajari penyebab kanker otak dan faktor-faktor risikonya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved