Pola Hidup Sehat
SIAPA yang Berisiko Besar Terkena Penyakit Kanker Paru-paru?
Kanker paru merupakan penyebab utama kematian pada laki-laki dan perempuan di dunia, dan mungkin salah satu kanker...
Penulis: Mirna Tribun | Editor: Mirna Tribun
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID – Kanker paru-paru adalah kondisi ketika sel ganas (kanker) terbentuk di paru-paru.
Kanker ini lebih banyak dialami oleh orang yang memiliki kebiasaan merokok dan merupakan satu dari tiga jenis kanker yang paling banyak terjadi di Indonesia.
Mayoritas kanker paru disebabkan oleh merokok dalam jangka waktu lama, tetapi di beberapa kasus dapat juga terjadi pada orang yang tidak merokok (tetapi terpapar asap rokok).
Penelitian menunjukkan bahwa perkembangan kanker paru juga dapat dipengaruhi oleh faktor genetik dan paparan berbagai zat kimia dan polusi udara.
Kanker paru merupakan penyebab utama kematian pada laki-laki dan perempuan di dunia, dan mungkin salah satu kanker yang berakibat paling fatal.
• PENYAKIT Achalasia Ditandai Sulit Menelan, Gejala Akalasia Muntah & Batuk di Malam Hari
Di Amerika Serikat, 16.8% pasien kanker paru dapat bertahan hidup sekitar lima tahun setelah terdiagnosis.
Karsinoma paru dapat dikategorikan dalam beberapa “tahap” yang mengacu pada tingkat penyebaran jaringan kanker.
Pengobatan untuk kanker paru, termasuk operasi, obat-obatan (kemoterapi), dan terapi radiasi.
Gejala Kanker Paru-Paru
Semakin awal diketahui, keberhasilan pengobatan juga semakin tinggi.
Namun sayangnya, kanker paru-paru sering tidak menimbulkan gejala pada tahap awal.
Gejala baru muncul ketika tumor sudah cukup besar atau kanker telah menyebar ke jaringan dan organ sekitar.
• KENALI Gejala Penyakit Parkinson, Penyakit Ini Memburuk Dari Stadium 1 - 5
Dilansir dari alodokter.com, sejumlah gejala yang dapat dirasakan penderita kanker paru-paru adalah:
- Batuk kronis
- Batuk darah
- Penurunan berat badan drastis
- Nyeri dada dan tulang
- Sesak napas
Penyebab Kanker Paru-paru
Kebanyakan kasus dari kanker paru-paru disebabkan karena rokok.
Rokok adalah faktor risiko terbesar dari kanker paru.
Dilansir dari halodoc, rokok mengandung 60 zat racun yang berbeda, sehingga dapat menyebabkan kanker. Zat racun tersebut dikenal sebagai zat karsinogenik.
Jika seseorang merokok 25 batang sehari, berarti orang tersebut berisiko 25 kali lebih besar untuk mengidap kanker paru daripada orang yang tidak merokok.
Mengonsumsi tembakau lain dengan cara berbeda, seperti cerutu atau kunyah, juga dapat menyebabkan kanker paru dan kanker lainnya. Misalnya, kanker esofagus dan mulut.
Menghisap ganja juga meningkatkan risiko terkena kanker paru.
• KET Adalah Penyakit Ditandai dengan Hamil di Luar Kandungan, Sebabkan Rasa Nyeri Hebat Pada Perut
Perokok pasif juga meningkatkan risiko kanker paru.
Riset membuktikan bahwa perokok pasif wanita yang pasangannya merokok, maka memiliki risiko 25 persen lebih besar daripada yang tinggal dengan orang yang tidak merokok.
Paparan terhadap zat racun lainya seperti arsen, asbes, silika, bau gas atau bensin, gas NO (hasil dari kendaraan), dan sebagainya juga meningkatkan risiko terkena kanker paru.
Siapa Saja Berisiko Besar Terkena Penyakit Kanker Paru-paru
Dilansir dari https://ciputrahospital.com/, berikut adalah beberapa daftar siapa saja yang berpotensi besar terkena penyakit paru-paru, yaitu:
- Perokok Aktif Maupun Pasif
Berdasarkan penelitian, sebesar 80 persen penderita kanker paru yang meninggal merupakan seseorang dengan kebiasaan merokok aktif.
Selain itu, perokok pasif yang sering terpapar oleh asap rokok juga memiliki potensi besar untuk terserang penyakit kanker paru-paru.
- Orang yang Terpapar Radon
Radon atau gas radioaktif merupakan hasil pemecahan uranium dari tanah dan batu.
Gas ini berbahaya dikarenakan gas ini tidak dapat dilihat, dirasakan maupun dicium aromanya.
Gas ini banyak ditemukan di ruang bawah tanah dan orang yang sering terkena paparan gas tersebut akan berpotensi besar terserang kanker paru-paru.
• Asbestosis Adalah Penyakit Paru-paru, Gejala Asbestosis Tubuh Terasa Sangat Lelah
- Orang yang Terpapar Asbes
Serat mineral asbes ini banyak ditemukan di pertambangan, pabrik tekstil, galangan kapal dan tempat-tempat lainnya.
Asbes ini juga kerap digunakan sebagai bahan bangunan dan orang yang sering terpapar asbes dan merokok memiliki potensi untuk terserang kanker paru-paru.
- Orang yang Terpapar Bahan Kimia
Bahan kimia dapat menjadi penyebab adanya atau timbulnya penyakit kanker.
Zat kimia seperti uranium, berilium, cadmium, silica, vinil klorida, senyawa nikel, senyawa kromium, produk batu bara, hingga gas mesin diesel merupakan zat-zat kimia yang berbahaya.
- Pengguna Terapi Radiasi
Efek penggunaan terapi radiasi ini tidak dapat dihindari, terutama ketika pasien menggunakan terapi radiasi ini pada bagian dada.
Hal ini akan semakin meningkatkan potensi terkena kanker paru-paru ketika pasien juga merupakan perokok aktif.
- Orang yang Terpapar Polusi Udara
Orang yang tinggal atau hidup di dekat atau di pinggir jalan raya dengan tingkat polusi yang tinggi akan menjadi salah satu penyebab terserangnya kanker paru-paru.
Penelitian memperkirakan bahwa kurang lebih lima persen pasien yang meninggal karena kanker paru-paru disebabkan oleh polusi udara.
- Bawaan dari Keluarga
Faktor genetika bawaan dari keluarga memberikan peluang seseorang untuk terkena penyakit kanker paru.
Seseorang yang memiliki keluarga atau saudara dengan riwayat penyakit kanker paru, perlu berwaspada terhadap penyakit ini.
• BUAH yang Bermanfaat untuk Mencegah Penyakit Flu dan Pilek Serta Batuk
Pengobatan Kanker Paru
Pengobatan kanker paru tergantung dari tipe kankernya dan kondisi tubuh secara umum.
Dilansir dari klikdokter.com, jika kanker didiagnosis pada tahap awal dan hanya di area kecil akan membuat hasil perbedaan yang lebih baik pada hasil pengobatannya.
Pembedahan mengangkat kanker paru dapat dilakukan.
Jika kondisi kesehatan penderita lemah, radioterapi dapat dilakukan untuk menghancurkan sel kanker.
Jika kanker sudah menyebar, pembedahan dan radioterapi tidak dapat dilakukan. Kemoterapi biasanya digunakan untuk kasus tersebut. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/siapa-yang-berisiko-besar-terkena-penyakit-kanker-paru-paru.jpg)