Presiden Jokowi Janji Ciptakan Lapangan Kerja Baru Berkualitas

Pada pidato tersebut, Jokowi menyatakan fokus pemerintah adalah menciptakan sebanyak mungkin lapangan kerja baru yang berkualitas.

Editor: Nasaruddin
YouTube/Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo mengenakan pakaian adat orang Kanekes atau Suku Badui saat menyampaikan pidato kenegaraan dalam Sidang Bersama DPD dan DPR, Senin 16 Agustus 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Presiden Joko Widodo berjanji menciptakan lapangan kerja yang seluas-luasnya bagi masyarakat.

Janji itu disampaikan Jokowi saat pidato di Sidang Tahunan MPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin 16 Agustus 2021.

Pada kesempatan tersebut, Jokowi menyatakan fokus pemerintah adalah menciptakan sebanyak mungkin lapangan kerja baru yang berkualitas.

Jokowi juga menyinggung peran Undang-Undang Cipta Kerja yang memudahkan izin berusaha sehingga dapat memperluas lapangan kerja.

Pada pekan lalu pemerintah meluncurkan online single submission atau OSS.

Sistem tersebut, diklaim Jokowi, akan mempermudah segela level dan jenis usaha, apalagi bagi jenis-jenis usaha yang berisiko rendah.

Urusan perizinan, insentif, dan pajak bisa dilakukan secara jauh lebih cepat, transparan, dan lebih mudah.

Profil Pakaian Adat Suku Baduy yang Dikenakan Presiden Joko Widodo Saat Pidato Kenegaraan

"Kesempatan ini harus dimanfaatkan oleh pelaku UMKM untuk mengembangkan usahanya," ucap Jokowi.

Presiden mengatakan, pandemi Covid-19 memang telah banyak menghambat laju pertumbuhan ekonomi.

Tetapi ia tidak mau pandemi menghambat proses reformasi struktural perekonomian.

Presiden ingin supaya struktur ekonomi dialihkan menjadi lebih produktif dengan mendorong hilirisasi, investasi dan ekspor.

Sebab, struktur ekonomi lebih dari 55 persen dikontribusikan oleh konsumsi rumah tangga.

"Yang lebih utama dan merupakan solusi perekonomian yang berkelanjutan, pemerintah memastikan agar masyarakat bisa memperoleh pekerjaan yang layak dan mendongkrak perekonomian nasional," kata Kepala Negara.

Pada kesempatan itu, Presiden Joko Widodo mengatakan, pandemi Covid-19 telah memacu bangsa Indonesia untuk berubah dan meninggalkan kebiasaan lama yang tidak relevan.

Respons Kebijakan Jokowi, Sutarmijdi Minta Laboratorium Swasta Turunkan Harga Tes PCR

Ia mengatakan, pandemi Covid-19 memaksa bangsa Indonesia untuk menciptakan kenormalan baru dan melakukan hal-hal yang selama ini dianggap tabu.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved