Wabup Mempawah Muhammad Pagi Ikuti Penyelenggaraan Merdeka Ekspor Tahun 2021 Secara Virtual
Dikatakan Muhammad Pagi, pada kesempatan tersebut, Presiden Joko Widodo, bersama Kementerian Pertanian melalui program strategis melakukan sinergi den
Penulis: Ramadhan | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Wakil Bupati Mempawah, Muhammad Pagi, bersama Forkopimda dan OPD terkait mengikuti kegiatan Penyelenggaraan Merdeka Ekspor Tahun 2021 secara virtual melalui Balai Junjung Titah Kantor Bupati Mempawah, yang juga diikuti seluruh provinsi, kabupaten/kota seluruh Indonesia, Sabtu 14 Agustus 2021.
Menteri pertanian RI Syahrul Yasin Limpo yang membuka kegiatan dari terminal peti kemas Surabaya, dalam laporannya mengatakan bahwa Merdeka Ekspor bertujuan untuk mempercepat ekspor, menggerakkan provinsi dan kabupaten/kota untuk menyelenggarakan ekspor, dan mendorong pencapaian program Gerakan Tigakali Lipat Ekspor Pertanian (GraTIEks) oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Dikatakan Muhammad Pagi, pada kesempatan tersebut, Presiden Joko Widodo, bersama Kementerian Pertanian melalui program strategis melakukan sinergi dengan semua pihak untuk terus mendorong upaya pemulihan ekonomi nasional.
"Sektor pertanian, adalah salah satu sektor yang mampu bertahan di tengah pandemi covid 19," jelasnya, Minggu 15 Agustus 2021.
• Wabup Mempawah Hadiri Paripurna DPRD Sampaikan Rancangan KUA dan PPAS
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), di masa pandemi, sektor pertanian dinilai semakin tangguh. Kinerja ekspor pertanian terus meningkat dan berkontribusi sebesar 3 persen dari keseluruhan ekspor Indonesia.
"Sepanjang 2020, ekspor pertanian Indonesia telah mencapai Rp. 451,8 triliun, naik 15,79 persen dari oeriode sebelumnya yaitu Rp. 390,16 triliun. Dan periode semester I, yakni Januari hingga Juni tahun 2021 mencapai Rp. 282,6 triliun, naik 14,05 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang hanya mencapai Rp. 202,05 triliun," terangnya.
Pada kegiatan tersebut juga kata Wabup, dilakukan pelepasan ekspor komoditas pertanian secara serentak dari 17 pintu ekspor bandar udara dan pelabuhan laut di seluruh Indonesia.
"Pelaksanaan secara luring dan daring tersebut diikuti seluruh Provinsi dan Kabupaten/kota seluruh Indonesia. Pelaku usaha, wakil buyer, eksportir serta pihak terkait lainnya," katanya. (*)
(Simak berita terbaru dari Mempawah)