Pedagang Jeruk di Pontianak Mengaku Dagangannya Sulit Laku di Masa Pandemi Covid-19
Pria yang sudah menetap di Gg Belitung Jalan Adisucipto itu menggunakan dua payung ukuran besar untuk berteduh ketika berjualan.
Penulis: Imam Maksum | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Seperti hari-hari biasa, Wisnu (39) berjualan jeruk di Jalan Adisucipto, Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya, Sabtu 7 Agustus 2021.
Sejak pagi ia menjaga lapak sederhana miliknya sambil menunggu pembeli dan tutup ketika matahari mulai redup di barat.
“Sudah empat tahun saya jualan jeruk di sini. Saya asli orang Sungai Duri Bengkayang,” katanya.
Pria yang sudah menetap di Gg Belitung Jalan Adisucipto itu menggunakan dua payung ukuran besar untuk berteduh ketika berjualan.
Di bawah payung itu Wisnu menjajarkan keranjang jeruknya dan duduk sembari menunggu pembeli datang.
Wisnu menjual 10 keranjang jeruk yang masing-masing keranjang bisa mencapai 60 kg beratnya.
“Ini satu keranjang penuh bisa terisi 60 kg, cuman ini dak semuanya penuh,” katanya.
• Pentingnya Keterbukaan Masyarakat, Hilangkan Stigma, Wali Kota Edi Ajak Saling Suport dan Menolong
Wisnu menjual jeruk asal Tebas Kabupaten Sambas yang identik berwarna hijau agak kekuning-kuningan.
“Ini sudah datang 5 sampai 6 hari lalu,” ucapnya.
Wisnu mengatakan jeruk ini dipesan dulu baru diantar dari Tebas, Sambas. “Kita pesan dulu, berapa banyak, baru diantar,” katanya.
Laki-laki yang telah berkeluarga ini mengatakan hari-hari di masa pandemi covid-19 membuat jeruk sulit untuk laku terjual.
“Hari-hari seperti ini untuk laku habis terjual dalam seminggu sulit,” katanya.
Wisnu menjual jeruk dengan harga yang variatif tergantung ukuran jeruk. Mulai dari harga Rp7000 per kilogram hingga harga Rp15000 per kilogram. (*)
(Simak berita terbaru dari Pontianak)