Breaking News:

Kasus Sumbangan Rp 2 Triliun Akidi Tio Berbuntut Panjang, Kapolri Diminta Copot Kapolda Sumsel

Setelah sumbangan ini diduga hoaks, muncul desakan untuk mencopot Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Eko Indra Heri.

Editor: Nasaruddin
Polda Sumsel via Tribun Sumsel
Heriyanti, anak bungsu Akidi Tio saat menyerahkan sumbangan Rp 2 Triliun secara simbolis kepada Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri beberapa waktu lalu. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Kasus sumbangan Rp 2 Triliun Akidi Tio yang ingin diberikan pihak keluarga untuk penanganan Covid-19 berbuntut panjang.

Setelah sumbangan ini diduga hoaks, muncul desakan untuk mencopot Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Eko Indra Heri.

Desakan untuk mencopot Eko Indra Heri dilontarkan Plt Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso.

Menurut Sugeng, persoalan sumbangan Rp 2 triliun yang diduga tak benar sudah membuat kegaduhan di tanah air dan mempermalukan institusi Polri.

Karenanya, dalam menangani kasus sumbangan itu, IPW mendesak Kapolri Jenderal Sigit Listyo menon-aktifkan Kapolda Sumsel.

Diperiksa 7 Jam, Bagaimana Status Hukum Putri Akidi Tio? Sebut Uang Rp 2 Triliun di Bank Singapura

Sugeng juga meminta Bareskrim Polri untuk segera mengambil alih kasus sumbangan dana hibah Rp 2 triliun dari keluarga Akidi Tio.

Ia menuturkan pihaknya juga meminta Kapolda Irjen Eko Indra Heri untuk diperiksa.

"Pasalnya, Kapolda Sumsel yang langsung menerima sumbangan secara simbolis dari anak bungsu Akidi Tio, Heryati," katanya.

"Namun, uang untuk penanganan covid-19 di Palembang dan Sumsel itu belum dapat dicairkan," ujar dia.

Ia menilai Irjen Eko Indra Heri juga dinilai tidak profesional, tidak cermat, tidak jeli jika dana hibah tersebut itu terbukti bohong alias hoaks.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved