Breaking News:

Fakta Sebenarnya Putri Akidi Tio Bukan Ditangkap Melainkan Diminta Penjelasan Soal Sumbangan Rp 2 T

Heriyanti katanya, masih dimintai keterangan terkait sumbangan Rp 2 triliun yang rencananya akan diberikan untuk penanganan pandemi Covid-19 di Sumsel

Editor: Marlen Sitinjak
YOUTUBE TRIBUN PONTIANAK
Anak Akidi Tio Pemberi Dana Bantuan Rp 2 Triliun Ditangkap Polisi, Benarkah Hibahnya Bohong? 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PALEMBANG - Indonesia sempat dihebohkan oleh kehadiran Heriyanti, putri sekaligus anak bungsu mendiang pengusaha Akidi Tio, di Polda Sumsel, Senin 2 Agustus 2021.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sumsel, Kombes Supriadi mengatakan, Heriyanti masih dimintai keterangan dan belum berstatus tersangka.

Heriyanti katanya, masih dimintai keterangan terkait sumbangan Rp 2 triliun yang rencananya akan diberikan untuk penanganan pandemi Covid-19 di Sumsel.

Kabid Humas membantah pernyataan Dir Intelkam Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Ratno Kuncoro yang menyebut Heriyanti telah menjadi tersangka terkait kasus hoaks sumbangan Rp 2 triliun.

Supriadi mengatakan, saat penyerahan sumbangan secara simbolis di Mapolda Sumsel, Senin 26 Juli 2021, dana Rp 2 triliun itu direncanakan cair pada Senin 2 Agustus 2021 menggunakan bilyet giro Bank Mandiri pukul 14.00 WIB.

HEBOH Sumbangan Fiktif 2 Triliun Keluarga Akidi Tio, Sejumlah Tokoh Nasional Komentar: Benar Ngak Nyumbang 2T

Namun, sampai waktu yang ditentukan, uang tersebut ternyata belum bisa dicairkan karena mengalami beberapa kendala.

"Tidak ada prank. Pada hari ini, ibu Heriyanti kita undang ke Polda. Perlu digarisbawahi, kita undang bukan kita tangkap. Kita undang untuk datang ke Polda untuk memberikan klarifikasi terkait penyerahan dana Rp 2 triliun melalui bilyet giro," kata Supriadi saat memberikan keterangan pers kepada wartawan, di Mapolda Sumsel, Senin 2 Agustus 2021.

"Bilyet giro ini tidak bisa dicairkan karena ada teknis yang diselesaikan. Kita tunggu sampai pukul 14. 00 WIB ternyata belum ada informasi, sehingga kita undang ke Polda Sumsel. Bukan ditangkap," kata Supriadi menambahkan.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumsel Kombes Pol Hisar Siallagan meminta masyarakat untuk bersabar terkait kasus tersebut.

"Apakah dana pada 26 Juli kemarin (Rp 2 triliun) ada atau tidak. Kami mohon sabar, pemeriksaan baru satu jam. Tentu akan kami lakukan terus sampai kami dapat gambaran jelas, motif maupun dananya seperti itu," ujar Hisar.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved