Musim Durian Saat Pandemi, Pedagang di Sekadau Mengaku Raup Keuntungan Lebih Besar dari Tahun Lalu
Menjadi penjual durian musiman setiap tahunnya, Aisyah menyebut banjir durian kali ini baru terjadi seminggu terakhir. Dimana buah-buah durian secara
Penulis: Marpina Sindika Wulandari | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU - Banjir buah durian di Kabupaten Sekadau, sejumlah pedagang semringah sebut berkah di tengah pandemi.
Begitulah yang diungkapkan Aisyah (28) warga Desa Semabi, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, Kalbar. Aisyah merupakan satu diantara pedagang durian musiman yang menjajakan dagangannya di pasar Sekadau.
Menjadi penjual durian musiman setiap tahunnya, Aisyah menyebut banjir durian kali ini baru terjadi seminggu terakhir. Dimana buah-buah durian secara bersamaan siap untuk dipanen.
"Setiap tahun berjualan, tahun ini lebih sedikit dari tahun lalu, jenisnya ada durian tembaga,pauh, poring, torong," ujar perempuan tersebut.
• Sidang Akhir Penetapan Kelulusan Anggota Polri, 15 Casis Asal Sekadau Dinyatakan Lulus
Harga untuk setiap buahnya pun bervariasi, mulai dari Rp.5000,00 perbuah hingga Rp. 25.000,00. Dengan penjualan dalam sehari bisa mencapai 100-200 buah.
Selain di jual di pasar Sekadau, durian-durian itu juga biasa Ia dijual keluar Sekadau, seperti ke Kabupaten Sintang, Pontianak dan Mempawah.
"Banjir durian ini membawa berkahlah. Apalagi di tengah pandemi virus Covid-19, karena hasil penjualannya bisa untuk kebutuhan sehari-hari, berlanja isi dapur, dan diputar untuk modal lagi. Ongkos dapur di tengah pandemi lah," ungkapnya.
Menjual durian ini pun dapat dikatakan tidak akan rugi jika tidak terjual habis. Sebab buah yang tidak laku biasanya akan kembali diolah menjadi tempoyak dan dodol durian (lempok). (*)
(Update Informasi Seputar Kabupaten Sekadau)