Breaking News:

Remaja 14 Tahun di Pontianak Jadi Pelaku Curanmor, Manfaatkan Korban yang Lupa Cabut Kunci

Dari hasil penyidikan, unit Reskrim Polsek Pontianak Barat berhasil mendapat identitas dari pelaku pencurian itu ternyata merupakan anak laki - laki d

Penulis: Ferryanto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Barang bukti sepeda motor yang diamankan petugas kepolisian. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kejahatan terjadi bukan hanya ada niat dari pelakunya namun juga karena ada kesempatan, hal itulah yang terjadi pada kasus pencurian kendaraan bermotor di kecamatan Pontianak Barat, kOta Pontianak pada 18 Juli 2021.

Seorang wanita berinisial H menjadi korban pencurian, karena lupa mencabut kunci sepeda motor yang ia parkir di belakang rumah.

Berdasar laporan korban, petugas dari Polsek Pontinak Barat pun langsung melakukan serangkaian penyelidikan.

Dari hasil penyidikan, unit Reskrim Polsek Pontianak Barat berhasil mendapat identitas dari pelaku pencurian itu ternyata merupakan anak laki - laki dibawah umur berinisial RA (14).

Motor Hilang Berhasil Ditemukan, Warga Jalan Parit Tengah Apresiasi Kinerja Polsek Pontianak Barat

"RA diamankan dirumahnya di wilayah kecamatan Pontianak Barat, tanpa perlawanan pada Senin 26 Juli 2021,"ujar Kasat Reskrim Polresta Pontianak AKP Rully Robinson Polii.

Dari hasil pemeriksaan, RA mengakui telah melakukan pencurian itu pada 18 Juli 2021 sekira pukul 02.00.

Remaja itu mengaku mencuri karena melihat kunci motor yang masih menempel di stopkontak, sehingga dengan mudah ia membawa motor itu.

Sepeda motor itupun lantas Langsung dijual oleh RA kepada seorang pria berinisial DT (31) warga Pontianak Barat seharga 750 ribu rupiah.

"Dari informasi tersebut, anggota langsung bergerak mengamankan DT di kediamannya yang juga masih berada di kecamatan Pontianak Barat, dari pengakuan DT, ternyata sepeda motor itu sudah dijualnya kepada seorang warga Kubu Raya bernisial AG seharga 2,2 juta rupiah,"kata Rully.

Lalu, petugas pun kemudian bergerak mengamankan AG di rumahnya yang berada di Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya.

"Tersangka inipun mengakui telah membeli sepeda motor itu dari DT seharga 2,2 juta rupiah,"ujarnya.

Pada kasus ini, untuk RA (14) yang masih dibawah umur dan terjerat pasal 363, pihak kepolisian akan melakukan upaya Diversi.

Sementara, untuk DT dan AG, keduanya akan dijerat dengan pasal 480 KUHP atas tindak pidana pertolongan jahat. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved