Breaking News:

Penanganan Covid

Penerapan PPKM Level 4 Kota Pontianak Berakhir, Pemprov Kalbar Masih Tunggu Instruksi Mendagri

rapat tersebut diputuskan dan diusulkan kepada Mendagri terkait perkembangan covid-19 di setiap provinsi maupun kabupaten kota

Penulis: Anggita Putri | Editor: Try Juliansyah
KOMPAS.com/AKBAR BHAYU TAMTOMO
Ilustrasi PPKM Level 4 berlaku Mulai 21-25 Juli 2021 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Penerapan PPKM Level 4 di Kota Pontianak dan Singkawang berakhir pada hari ini, Minggu 25 Juli 2021.

Apakah PPKM Level 4 ini akan diperpanjang di dua Kota tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan, Harisson memberikan penjelasan.

Ia menjelaskan bahwa setiap minggu secara rutin ada rapat nasional KPCPEN yang dipimpin oleh Menko Ekonomi Airlangga Hartarto.

Dalam rapat tersebut dilakukan pembahasan evaluasi indikator-indikator asesmen situasi covid-19 di setiap provinsi dan kabupaten kota.

Jokowi Lanjutkan PPKM Level 4 sampai 2 Agustus 2021 Namun dengan Penyesuaian dan Bantuan Uang

Dalam rapat tersebut diputuskan dan diusulkan kepada Mendagri terkait perkembangan covid-19 di setiap provinsi maupun kabupaten kota

“Kita belum bisa mengeluarkan statement bahwa PPKM level 4 di Kota Pontianak diperpanjang atau PPKM level 4 di Kota Singkawang diturunkan ke PPKM level 3, “ujar Harisson saat dikonfirmasi Tribun Pontianak,Minggu 25 Juli 2021

Ia mengatakan saat ini Pemda masih menunggu surat Instruksi Mendagri yang diharapkan akan segera terbit.

Penerapan PPKM yang diterapkan di daerah sebelumnya telah mengacu pada Mendagri nomor 23 tahun 2021.

Lalu ditindak lanjuti dengan dikeluarkan Gubernur Kalbar juga telah mengeluarkan Instruksi nomor 185/Kesra/2021 tentang Pelaksanaan Instruksi Menteri dalam Negeri nomor 23 tahun 2021 tentang Perpanjangan PPKM Berbasis Mikro dan Pengoptimalan Posko Penanganan Covid-19 yang berlaku sejak 21 sampai 25 Juli 2021.

“Jadi yang menentukan daerah masuk dalam PPKM Level 4 bukan Gubernur, tapi Mendagri setelah mendapat pertimbangan dari KCPPEN,”ujarnya.

Prinsipnya dikatakan Harisson bahwa untuk PPKM Level 4 ini adalah membatasi seketat mungkin aktivitas masyarakat supaya tidak terjadi penularan.

Namun yang harus dilakukan adalah menutup tempat yang berpotensi besar untuk terjadi kerumunan atau tempat yang berpotensi tidak dapat atau tidak terlaksananya prokes.

“Menurut saya bukan jalan yang ditutup tapi tempat2 yang potensi terjadi kerumunan yang ditutup kecuali yang tempat2 esensial seperti pasar dan lainnya bisa buka sampai pukul 20.00 dengan prokes ketat,”pungkasnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Kalbar)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved