Breaking News:

Mundur Dari ASN dan Buka Usaha Kuliner, Lukman Ingin Boedjang Grup Mendunia

Datang ke Kota Pontianak di tahun 2010, bekal saat membantu sang bibi membuka lamongan di Jakarta coba diterapkan Lukman dengan membuka usaha Bakmie H

TRIBUNPONTIANAK/RIDHO PANJI PRADANA
Lukman owner Bebek Boedjang sekaligus Boedjang grup. 

Buktinya, sampai dengan sekarang Lukman sudah ada tujuh brand dari Boedjang Grup. Mulai dari Bebek Bedjo, Bebek Boedjang, Bakso Tyga Sapi (BTS), Nasi Bakar Iga, Soto Semar, Muara Ikan Bakar, hingga Bandar Oedang.

Pertahun 2021, sudah ada 18 cabang se-Indonesia, tidak hanya di Pontianak, namun juga di Tanggerang, dan Serang.

Diungkapkan Lukman, saat membuka usaha bebek ia belajar dari resep orang tua, hingga dengan sekarang ia terus berinovasi dan menyesuaikan lidah masyarakat di Kota Pontianak.

"Kita awalnya pakai resep sederhana, dari orang tua. Namun kita dengar kata costumer jika ada asin, amis dan kurang kita sempurnakan. Resep yang sekarang sudah mengalami perubahan kali-kali," ujarnya.

Untuk menjaga rasa dari Bebek Boedjang, Lukman mengatakan ia melakukan pemusatan tempat produksi di satu tempat, sehingga hanya tinggal di distribusikan disetiap cabang yang ada.

"Ada orang kepercayaan yang untuk menimbang bumbu," bebernya.

Sementara untuk menjaga kualitas pelayanan, ia mengatakan Boedjang grup juga terus melakukan training mingguan, rapot hingga audit untuk mempertahankan rasa dan kualitas.

"Di cabang kita training. Jadi cabang-cabang itu seperti sekolah-sekolah, Universitas Boedjang Indonesia, setiap hari harus ada dipelajari," ujarnya.

Namun demikian, Lukman mengakui masa pandemi covid 19 memberikan dampak signifikan kepada pihaknya,

Sebelum covid, Lukman mengaku sudah mempunyai 350 karyawan, tetapi ketika ada PPKM ia harus melakukan pengurangan sehingga menjadi 250 karyawan, dan PPKM Darurat ini terus dilakukan pengurangan.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved