Lantik DPP Paroki St Pius X Bengkayang, Mgr Agustinus Ingatkan Manajemen Paroki Harus Transparan
Uskup Agung Keuskupan Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus, melantik Pengurus DPP Paroki Santo Pius X Bengkayang.
Penulis: Stefanus Akim | Editor: Stefanus Akim
Transparansi yang Mgr Agustinus Agus maksudkan adalah tugas dewan paroki untuk transparan baik dalam hal rencana bahkan keuangan agar bisa dipertanggungjawabkan baik tingkat keuskupan maupun tingkat KWI.
Poin yang kedua yakni manajemen DPP paroki Bengkayang haruslah memiliki akuntabilitas yang baik, sehingga manajemen paroki lebih teratur dan terukur. Selanjutnya, poin yang ke tiga adalah intergritas dari setiap pengurus.
“DPP adalah contoh dan teladan untuk umat-umat yang dibina, maka dari itu intergritas merupakan poin penting dalam membina dan menyeleraskan tujuan baik dalam hal kemanusiaan maupun iman akan Tuhan,” ujar Mgr Agus.
Pada misa yang dipimpin langsung Mgr Agustinus tersebut didampingi RD Yulius Endi Subandi sebagai Pastor Paroki, dan RP Euqine CSE Rektor Institut Shanti Buana Bengkayang.
Sejarah Singkat
Paroki St Pius X Bengkayang merupakan sebuah paroki Gereja Katolik di Keuskupan Agung Pontianak; berpusat di Kecamatan Bengkayang, di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat.
Sedari didirikannya pada 1 September 1934, Paroki Bengkayang berkembang pesat hingga saat ini. Mulai dari awal, jumlah orang yang hanya sedikit dari misi yang dirintis oleh imam Kapusin, kini menjadi semakin banyak disertai dengan jumlah stasi yang berkembang. Kini gereja Bengkayang ditangani oleh imam diosesan (Keuskupan) untuk melanjutkan misi yang sudah dirintis oleh pendahulu.
Sejak berdirinya paroki, gereja (gedung) telah mengalami empat kali perubahan. Gereja pertama bernama Santo Yosef kemudian direnovasi pada tahun 1975 dan diberi nama Santo Pius X. Setelah digunakan selama hampir 13 tahun, dengan melihat pertumbuhan dan perkembangan umat, maka dibangunlah sebuah gedung gereja baru di atas sebidang tanah kosong di sebelah gereja. Gereja baru ini dibangun pada akhir 1988, selesai pada 1990.
Kemudian setelah sekitar 21 tahun Gereja St Pius X digunakan, terlihat semakin banyak orang memenuhi gereja setiap minggunya meskipun misa diadakan 3 kali. Oleh karena itu diputuskan untuk membangun dan memperluas lokasi gereja yang ada. Perluasan dimulai pada awal Juli 2011 dan selesai pada 2013.
Paroki Bengkayang yang berdiri sejak 1 September 1934 ini, tidak sedikit gejolak, perubahan, serta perkembangan umat.
“Banyak tragedi dan peristiwa terjadi bahkan menjadi rekam jejak serta bukti dalam perkembangan sejarah iman katolik di Keuskupan Agung Pontianak,” kata RD Subandi selaku Pastor Paroki Bengkayang dalam diskusi usai misa pelantikan DPP. *