Breaking News:

Cara Cetak Kartu Vaksin Seperti KTP setelah Download Sertifikat Vaksin Covid di pedulilindungi.id

Anda dapat mencetak sertifikat vaksin, kemudian merapikannya sehingga bisa berformat kartu plastik menyerupai KTP atau kartu ATM.

Kompas.com
Ilustrasi sertifikat vaksin covid 19 terbaru. 

- Buka website https://pedulilindungi.id 

- Klik tombol "Login/Register" di pojok kanan atas website

- Buat akun dengan mengisi nama lengkap, nomor ponsel, dan nomor KTP (NIK)

- Apabila sudah memiliki akun, login dengan nomor ponsel yang telah didaftarkan

- Masukkan kode OTP untuk verifikasi. Kode OTP dikirim lewat SMS ke nomor ponsel yang didaftarkan

- Setelah login, klik dashboard akun lalu pilih menu "Sertifikat Vaksin"

- Akan muncul sertifikat vaksinasi yang dimiliki, baik itu vaksinasi pertama maupun vaksinasi kedua

- Klik pada salah satu sertifikat vaksinasi

- Akan muncul sertifikat vaksinasi dengan format baru, yang dilengkapi dengan jenis dan nomor batch vaksin

- Klik "Unduh Sertifikat" untuk menyimpan sertifikat

Ilustrasi laman https://pedulilindungi.id.
Ilustrasi laman https://pedulilindungi.id. (https://pedulilindungi.id/)

Apa itu Pcare BPJS? Link Pcare Vaksin BPJS Kesehatan https://pcare.bpjs-kesehatan.go.id/vaksin/Login

SYARAT PERJALANAN SELAMA PPKM DARURAT

Sejumlah aturan dikeluarkan pemerintah melalui setiap kementerian, seperti aturan mengenai syarat perjalanan untuk moda transportasi darat, laut, dan udara yang diterbitkan Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Penetapan syarat perjalanan itu diatur dalam Surat Edaran Menteri Perhubungan Nomor SE 43/2021, SE 44/2021, SE 45/2021, dan SE 42/2021.

Adapun ketentuan dalam SE tersebut mengacu pada Surat Edaran Satgas Covid-19 Nomor 14 Tahun 2021.

PPKM Darurat Jawa-Bali yang mulai diberlakukan sejak 3 Juli - 20 Juli 2021 akan membatasi ruang kegiatan masyarakat demi menekan penyebaran Covid-19.

Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi menjelaskan, penerapan syarat perjalanan akan berlaku mulai Senin, 5 Juli 2021 atau dua hari setelah pemberlakuan PPKM Darurat.

Dalam aturan tersebut, pelaku perjalanan jarak jauh dengan moda transportasi apapun dari dan ke Pulau Jawa atau Bali harus melengkapi persyaratan umum selama penerapan PPKM Darurat.

Adapun persyaratan umum tersebut adalah kartu vaksin Covid-19 minimal dosis pertama.

Selain itu, pelaku perjalanan juga harus menunjukkan surat negatif Covid-19 hasil tes PCR atau swab antigen, sesuai aturan moda transportasi umum yang digunakan.

Para pelaku perjalanan juga diwajibkan mengisi Kartu Kewaspadaan Kesehatan Elektronik atau e-Health Alert Card (e-HAC) pada moda transportasi udara, laut, dan penyeberangan.

Berikut ini syarat perjalanan selama PPKM Darurat yang mulai berlaku Senin, 5 Juli 2021:

Syarat perjalanan transportasi darat

Pelaku perjalanan yang menggunakan moda transportasi darat di Jawa dan Bali bukan hanya harus menunjukkan kartu vaksin Covid-19 tapi juga surat negatif Covid-19 hasil tes RT-PCR yang sampelnya diambil maksimal 2x24 jam.

 Pelaku perjalanan darat juga bisa menunjukkan surat negatif Covid-19 hasil tes swab antigen yang sampelnya diambil maksimal 1x24 jam.

Ketentuan membawa surat negatif Covid-19 juga berlaku untuk pelaku perjalanan di luar wilayah Jawa dan Bali.

Bedanya, penumpang tak perlu menunjukkan kartu vaksin Covid-19.

Syarat perjalanan transportasi kereta api

Sama seperti pelaku perjalanan transportasi darat, penumpang kereta api juga harus menunjukkan kartu vaksin dan surat negatif Covid-19 hasil tes RT-PCR yang sampelnya diambil maksimal 2x24 jam atau hasil tes swab antigen yang sampelnya diambil maksimal 1x24 jam dari waktu keberangkatan.

Akan tetapi, jika kereta antarkota yang digunakan berada di wilayah aglomerasi, pelaku perjalanan tak perlu menunjukkan kartu vaksin dan surat negatif Covid-19.

Meski begitu, Kemenhub akan melakukan tes acak di stasiun tertentu.

Syarat perjalanan transportasi laut

Selain menunjukkan kartu vaksin Covid-19, pelaku perjalanan transportasi laut juga harus memiliki surat negatif Covid-19 hasil tes RT-PCR yang sampelnya diambil maksimal 2x24 jam atau hasil tes swab antigen yang sampelnya diambil maksimal 1x24 jam dari waktu keberangkatan.

Pelaku perjalanan dengan transportasi laut di luar wilayah Jawa dan Bali tak perlu memiliki kartu vaksin Covid-19 namun tetap harus menunjukkan surat negatif Covid-19 hasil tes RT-PCR atau swab antigen.

Syarat perjalanan transportasi penyebrangan

Pelaku perjalanan dengan transportasi penyebrangan juga harus menunjukkan kartu vaksin Covid-19 dan surat negatif Covid-19 hasil tes RT-PCR yang sampelnya diambil 2x24 jam atau 1x24 jam untuk tes swab antigen.

Ketentuan tersebut juga berlaku untuk pengguna transportasi penyebrangan di luar wilayah Jawa dan Bali, namun tak perlu memiliki kartu vaksin Covid-19.

Syarat perjalanan transportasi udara

Pengguna transportasi udara juga wajib menunjukkan kartu vaksin Covid-19 dan surat negatif Covid-19 hasil tes RT-PCR yang sampelnya diambil maksimal 2x24 jam atau 1x24 jam untuk hasil tes swab antigen.

Sementara itu, pengguna transportasi udara di luar Jawa dan Bali tetap harus memenuhi persyaratan tersebut, namun tidak diwajibkan memiliki kartu vaksin Covid-19.

WHO Kritik Vaksin Berbayar Kimia Farma! Ann Lindstrand Nilai Vaksin Gotong Royong Berbayar Tak Tepat

BAGAIMANA SOLUSI SUDAH VAKSIN TAPI BELUM DAPAT SERTIFIKAT ?

Sejumlah masyarakat terkadang menjumpai kondisi dimana belum mendapatkan sertifikat vaksinasi Covid-19.

Padahal, mereka sudah vaksinasi, namun sertifikat belum tersedia.

Tentunya, ini menjadi atensi masyarakat terlebih sertifikat vaksin diperlukan sebagai syarat perjalanan transportasi publik selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat ( PPKM) Darurat pada 3-20 Juli 2021.

Jika masyarakat punya urusan mendadak, pasti terkendala ketika sertifikat vaksin belum ada.

Seperti diketahui, biasanya setelah mendapatkan suntikan pertama vaksin, secara otomatis akan mendapat SMS dari 1199, yang berisi link untuk mengunduh sertifikat vaksin Covid-19 dan jadwal vaksinasi kedua.

Sertifikat vaksin Covid-19 sebagai bukti bahwa seseorang telah mengikuti vaksinasi.

Lalu, bagaimana jika peserta yang sudah vaksin tapi belum mendapatkan sertifikat?

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmidzi memberikan penjelasannya.

Ia mengatakan, peserta vaksinasi yang belum memperoleh sertifikat dapat mengakses laman PeduliLindungi, pedulilindungi.id.

Jika memang sertifikat vaksinasi belum muncul, maka dapat menghubungi kontak call center yang tertera.

"Cek ke aplikasi peduli lindungi dan kalau belum ada kontak call center atau websitenya ya," kata Nadia melalui pesan WhatsApp dikutip dari Kompas.com, Sabtu 10 Juli 2021.

Melalui Instagram resmi Kemenkes, @kemenkes_ri, masyarakat dapat memeriksa status dan mengunduh sertifikat vaksinasi Covid-19 melalui PeduliLindungi.

(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved