Tangkal Virus COVID-19, Masyarakat Adat Desa Mondi Kabupaten Sekadau Lakukan Tolak Bala
Upaya pencegahan penyebaran dan penanggulangan Covid-19 pun dilakukan oleh berbagai pihak selain pemerintah bersama stakeholder terkait. Tak terkecual
Penulis: Marpina Sindika Wulandari | Editor: Hamdan Darsani
Sementara itu, Ketua PD AMAN Sekadau Vinsensius Vermy yang juga merupakan manajer New Zealand Foreign Affair dan Trade Aid Programme, mengatakan bahwa upacara atau ritual Tolak bala ini bertujuan untuk memperkuat konservasi masyarakat adat atas wilayah adatnya di tengah ancaman pandemi Covid-19.
"Masyarakat adat termasuk hutan, adat istiadat dan tradisi turun temurunnya hendaknya harus lestari dan mutlak harus dilindungi oleh Pemerintah dan segenap lapisan masyarakat demi terciptanya masyarakat adat yang mandiri, bermartabat dan berkelanjutan," ungkap Vermy.
• Aron Resmikan Pusat Perbelanjaan Baru di Sekadau, Sebut Pemkab Dukung Pelaku Usaha
Lebih lanjut, Vermy mengatakan hal tolak bala merupakan salah satu bentuk kearifan lokal yang menjadi tradisi masyarakat adat dalam menangkal segala macam bentuk ancaman bencana terutama bencana non alam seperti wabah dan pandemi.
"Selama hal tersebut selaras dengan anjuran pemerintah seperti mematuhi Prokes 5M maka kearifan lokal tersebut sangat kita apresiasi dan bahkan kita dukung untuk dilaksanakan," tegasnya.
Hadir pada upacara tersebut Kalaks BPBD Kabupaten Sekadau, Matius Jon yang juga merupakan Staf Ahli AMAN Sekadau. Dirinya pun menyambut baik adanya inisiatif Masyarakat Adat Jawatn di Desa Mondi tersebut untuk melaksanakan upacara tolak bala. (*)