Tips Kesehatan
Jika Pasien Covid-19 Sedang Isolasi Mandiri dan Mendapatkan Gejala Berikut, Segera Bawa ke RS
Meski demikian, pasien Covid-19 gejala ringan yang melakukan isolasi mandiri di rumah sebaiknya tetap memantau gejala-gejala yang harus diwaspadai.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Kasus Covid-19 masih terus meningkat. Kewaspadaan kita juga harus meningkat pula dalam menjaga protokol kesehatan.
Melonjaknya kasus infeksi Covid-19 di Indonesia yang terus meningkat, menyebabkan banyak rumah sakit tak bisa lagi menerima pasien karena telah melebihi kapasitas.
Sehingga, banyak pasien Covid-19, mau tak mau melakukan isolasi mandiri di rumah.
Bukan hanya yang tanpa gejala, tapi juga yang bergejala ringan.
Meski demikian, pasien Covid-19 gejala ringan yang melakukan isolasi mandiri di rumah sebaiknya tetap memantau gejala-gejala yang harus diwaspadai.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam dr Hendra Gunawan SpPD mengungkap, pada orang dewasa dengan Covid-19 ada beberapa tanda kegawatan yang harus diwaspadai saat isolasi mandiri, yaitu ketika muncul tanda gejala pneumonia, seperti demam, batuk, pilek, dan sesak napas.
[Update Informasi Kesehatan Disini]
• Mengenal Sejarah Penemuan Obat Bakteri Yakni Ivermectin Asal Jepang, Dipercaya Sebagai Obat Covid-19
“Harus segera ke rumah sakit, jika gejala pneumonia itu disertai dengan minimal satu dari tanda distress pernapasan berat, yaitu saturasi oksigen di bawah 92 persen tanpa bantuan oksigen, kemudian frekuensi napas lebih dari 30 kali per menit,” jelas dr. Hendra dikutip dari Kompas.com, Jumat 9 Juli 2021.
“Selain itu jika ada sesak napas berat, granting (adanya suara saat melepas atau menarik napas), ada tarikan dinding dada, adanya otot-otot yang membantu pernapasan, maupun pernapasan cuping hidung juga harus segera ke rumah sakit,” lanjutnya.
Lebih lanjut dr. Hendra mengatakan, ada berbagai faktor penyebab turunnya saturasi oksigen, mulai dari imunitas yang kurang baik hingga kecemasan.
Bukan hanya itu, adanya tumpangan infeksi sekunder yang disebabkan menurunnya imunitas, akibat penyakit komorbid seperti diabetes, hipertensi, asma, merokok, atau kondisi paru awal yang kurang baik juga bisa memengaruhi saturasi oksigen.
“Semua faktor itu bersinergi dan saling tumpang tindih. Bahkan ada kalanya sulit mengetahui, mana yang terjadi duluan. Belum lagi, jika muncul badai sitokin, kondisinya akan semakin berat, saturasi oksigen bisa turun terus,” ujar dokter yang praktik di Primaya Evasari Hospital ini.
• Berikut Rekomendasi Obat Covid-19 Tanpa Gejala Menurut Dokter Fakultas Kedokteran UI
Ia menambahkan, sebab lain yang mungkin terjadi adalah ketika pasien tidak terobservasi dengan baik.
Misalnya, sebenarnya sejak awal sudah membutuhkan bantuan oksigen, tapi pasien merasa baik-baik saja dan berusaha kuat, sehingga pada hari ketiga atau keempat bukan tidak mungkin jika level saturasi oksigennya menurun.
Dr. Hendra menyarankan, untuk mencegah sesak napas dan turunnya angka saturasi, selama isolasi mandiri, pasien Covid-19 bisa melakukan fisioterapi napas, seperti melakukan posisi proning, posisi tidur setengah duduk atau posisi tidur menghadap ke samping kanan atau samping kiri sambil memantau saturasinya.
Seperti telah diberitakan Kompas.com sebelumnya, proning adalah teknik yang terbukti secara medis dapat membantu meningkatkan jumlah oksigen.
• APA itu Long Covid? Penyebab dan Dampak yang Diberikan Pada Populasi Manusia?
Berikut ini beberapa posisi proning yang benar dan bisa Anda lakukan, sembari mengecek saturasi oksigen Anda:
1. Posisi 1 (prone positioning)
Tidurlah dengan posisi terungkap. Siapkan 3 buah bantal untuk diletakkan di beberapa posisi berikut.
Bantal 1, diletakkan di bawah tulang leher Anda.
Bantal 2, letakkan di bawah area panggul Anda, dan usahakan perut harus cukup bebas untuk membiarkan satu tangan lewat dari bawah.
Bantal 3, letakkanlah di bawah kaki Anda.
Lakukanlah prone positioning ini selama 30 menit.
2. Posisi 2 (Side lying down)
Posisi kedua adalah berbaring dengan posisi menyamping ke arah kanan, dan siapkan kembali 3 buah bantal.
Bantal pertama letakkanlah di bawah kepala Anda.
Bantal kedua letakkanlah di bawah pinggang Anda.
Bantal ketiga, letakkanlah di antara kaki Anda.
Lakukanlah posisi 2 ini selama 30 menit. Jika Anda tidak bisa berbaring dengan posisi menyamping ke kanan, maka Anda bisa berbaring dengan posisi menyamping ke kiri dengan posisi bantal serupa.
• Beda Tipis! Berikut Cara Membedakan Covid-19, Flu dan Alergi
3. Posisi 3 (sitting up)
Posisi proning yang ketiga adalah rebahkanlah badan Anda dalam posisi setengah duduk, dengan menaruh tiga atau lebih bantal yang bisa dijadikan sandaran dari punggung hingga posisi duduk agak miring.
Satu bantal bisa diletakkan di belakang punggung bawah Anda, satu lagi di belakang punggung atas Anda, dan asatu lagi bisa diletakkan di bawah lutut Anda.
Pertahankanlah melakukan posisi ini selama 30 menit.
“Pastikan juga tetap berolahraga dan beraktivitas selama isolasi mandiri. Hindari melihat berita atau isu negatif, karena dapat menimbulkan kecemasan dalam diri, sehingga menurunkan status imun,” pungkas dr. Hendra. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/buah-untuk-penderita-covid-agar-cepat-sembuh-mampu-memperkuat-sistem-kekebalan-tubuh.jpg)