Seorang Perawat Puskesmas Dikeroyok karena Tabung Oksigen
Mereka menemui petugas yang berjaga dan bertanya ketersedian tabung oksigen yang masih terisi di puskesmas tersebut.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Seorang petugas Puskesmas, Rendy Kurniawan (26) menjadi korban pengeroyokan orang tak dikenal.
Pengeroyokan terhadap Rendy, terjadi pada Minggu 4 Juni 2021 dini hari.
Rendy yang merupakan seorang perawat di Puskesmas Rawat Inap Kedaton, Bandar Lampung dikeroyok saat mempertahankan tabung oksigen di tempatnya bekerja.
Rendy menceritakan, saat itu dirinya sedang jaga malam.
Sekitar pukul 04.30 WIB, datang tiga orang tak dikenal.
• Kronologi Jane Shalimar Terpapar Covid-19 Hingga Meninggal Dunia
Mereka menemui petugas yang berjaga dan bertanya ketersedian tabung oksigen yang masih terisi di puskesmas tersebut.
Rekan Rendy menjawab jika masih ada tabung oksigen yang terisi.
Lalu Rendy mendengar jika tiga pria tersebut ingin membawa tabung oksigen untuk perawatan anggota keluarga yang mereka yang sakit.
"Tadinya teman jaga saya yang ditanya, dijawab masih ada (tabung oksigen)," kata Rendy ditemui di Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSAM).
Namun permintaan tersebut ditolak karena tabung gas di puskesmas harus stand by.
• Kebutuhan Oksigen di RSUD Soedarso Dalam Sehari Mencapai 300 Tabung
"Permintaan itu ditolak, karena itu kan punya puskesmas yang stand by di puskes, jadi memang nggak bisa dipinjamkan," kata Rendy.
Diduga penolakan tersebut membuat para pelaku naik pitam dan mereka mencoba mengampil paksa tabung oksigen yang ada di dalam puskesmas.
Rendy yang mengetahui kejadian tersebut dan melihat rekannya didorong serta diintimidasi, mencoba untuk menolong.
Pria 26 tahun berusaha menenangkan tiga pelaku dan menjelaskan jika oksigen yang ada di puskesmas tidak boleh dibawa atau dipinjamkan.
Nahas, Rendy justu dihantam dan pukuli oleh tiga pelaku hingga mengalami luka memar serta luka dalam di bagian kepala.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/perawat-puskesmas-kedaton-yang-menjadi-korban-pengeroyokan.jpg)