Breaking News:

Perjuangkan Listrik Masuk Desa di Kalimantan Barat, Maman Sebut Harus Ribut-ribut di Kantor DPR-RI

Menurut pria yang baru dilantik menjabat Wakil Ketua Komisi VII DPR RI ini, ia harus ribut-ribut di parlemen untuk menarik program tersebut bisa masuk

Penulis: Ridho Panji Pradana | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/Ridho Panji Pradana
Ketua DPD Golkar Provinsi Kalbar, Maman Abdurahman saat menghadiri Musda V Partai Golkar Kabupaten Melawi di Gedung Zamrud, Jalan Ahmad Yani, Kota Pontianak, Minggu 4 Juli 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Anggota DPR RI Dapil Kalbar 1 Fraksi Partai Golkar, Maman Abdurahman mengungkapkan jika perjuangan agar listrik masuk desa-desa di Kalbar tidaklah mudah.

Menurut pria yang baru dilantik menjabat Wakil Ketua Komisi VII DPR RI ini, ia harus ribut-ribut di parlemen untuk menarik program tersebut bisa masuk ke Kalbar.

Hal ini dikatakan Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Kalbar ini disela-sela acara Musda V Partai Golkar Kabupaten Melawi di Gedung Zamrud, Jalan Ahmad Yani, Kota Pontianak, Minggu 4 Juli 2021.

Maman Pesankan Seluruh Kader Golkar di Kalbar Kritisi Kebijakan Pemerintah yang Tidak Pro Rakyat

"Salah satu program bahwa pertiga bulan lalu kita dan komisi VII mendorong PLN 120 pembangunan listrik desa di Kalbar. Berdasarkan data ada sekitar 300 desa yang belum terpasang jaringan listrik, selama ini Kalbar pembangunan listrik desa hanya 30-40 desa, Alhamdulillah kemarin kita mendapatkan 75 desa se-Kalbar," ujarnya.

"Bagi saya ini proses yang tidak mudah, karena harus ribut-ribut dulu (di DPR, red) namun menurut saya itu hal yang biasa untuk menarik program bagi masyarakat," tambah Maman.

Menurut Maman, 75 desa yang akan masuk listrik tersebut bukanlah untuk dapilnya, melainkan untuk dapil Kalbar 2. Namun, kata Ketua Bappilu DPP Partai Golkar ini, hal tersebut tidak masalah demi masyarakat Kalbar.

"Mayoritas pembangunan listrik ada di dapil Kalbar 2. Rata-rata 75 desa itu mayoritas etnis Dayak. Saya sebutkan etnis Dayak karena selama ini kita banyak sekali dipolarisasi, ini yang ingin saya hilangkan. Baik Dayak atau Muslim adalah keluarga besar kita di Kalbar, harus dibagi adil dan merata," tuturnya.

Ia pun berharap agar polarisasi yang ada di Kalbar selama ini terkait etnis dapat hilang. Sehingga keadilan bagi seluruh elemen masyarakat benar-benar bisa terlaksana.

"Saya berharap disetiap pilkada tidak lagi dipolarisasi, karena akan menjadi sumber kehancuran di Kalbar. Setiap orang harus dilihat dari track record dan kontribusi di Kalbar," katanya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved