Pola Hidup Sehat
INILAH Buah yang Tidak Boleh Dimakan Saat Batuk, Membuat Batuk Makin Parah
Selain membuat tubuh tidak nyaman dan Anda kesal dibuatnya, batuk terus menerus dapat memicu penyakit infeksi saluran pernapasan lainnya sehingga...
Penulis: Mirna Tribun | Editor: Mirna Tribun
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Saat batuk melanda, tentu Anda akan merasa sangat tersiksa.
Terlebih bila batuk semakin parah pada malam hari.
Selain membuat tubuh tidak nyaman dan Anda kesal dibuatnya, batuk terus menerus dapat memicu penyakit infeksi saluran pernapasan lainnya sehingga kondisi batuk bisa semakin serius.
Minum obat batuk yang dijual bebas di apotek atau obat batuk alami tidak dapat sepenuhnya efektif apabila tidak diiringi dengan menjalani pantangan makanan saat batuk.
Tahukah Anda ada beberapa buah yang tidak boleh dimakan saat batuk?
Buah yang tidak boleh dimakan saat batuk umumnya mengandung zat yang disebut histamin.
• DERETAN MANFAAT Buah Anggur Merah, Mampu Menjaga Tubuh Dari Virus & Penyakit
(UPDATE berita tentang kesehatan DISINI)
Histamin adalah zat yang diproduksi tubuh untuk memicu alergi.
Histamin bekerja untuk mengeluarkan alergen (pemicu alergi) dari tubuh.
Beberapa gejala perwujudan dari reaksi alergi adalah gatal-gatal, mata berair, batuk, dan juga bersin.
Histamin pun membuat aliran darah semakin kuat di bagian tubuh yang terkena alergen.
Hal ini menimbulkan peradangan sehingga menghasilkan dahak saat batuk.
Lantas, apa saja buah yang tidak boleh dimakan saat batuk?
• Buah Bit untuk Anemia, Jus Buah Bit Mampu Menurunkan Tekanan Darah Hingga Meningkatkan Hemoglobin
Alpukat
Siapa sangka, alpukat yang kaya vitamin E ini ternyata adalah buah yang menyebabkan batuk.
Alpukat mengandung zat histamin yang tinggi.
Bahkan penelitian yang dikemukakan pada jurnal Multidisciplinary Digital Publishing Institute (MDPI) Foods menunjukkan ada 23 mg/kg histamin dalam satu buah alpukat.
Antihistamin yang tinggi pada alpukat meningkatkan batuk alergi.
Karena alpukat mengandung histamin yang tinggi, hal ini pun mampu meningkatkan reaksi tubuh terhadap alergen.
Akhirnya, bagi Anda yang memiliki alergi, batuk-batuk pun makin parah.
• BUAH yang Tidak Boleh Dimakan Ibu Hamil, Berbahaya dan Dilarang untuk Ibu Hamil !
Pisang
Buah pisang yang kaya potasium untuk mengatur tekanan darah ternyata tidak boleh dimakan saat batuk.
Pisang memicu produksi histamin pada tubuh
Menurut penelitian yang diterbitkan Annals of Dermatology, rupanya pisang memicu tubuh agar mengeluarkan histamin.
Histamin adalah zat yang memunculkan reaksi alergi berupa gatal pada kulit, batuk dan bersin.
Sayangnya, belum ada penelitian lebih lanjut bagaimana pisang membuat tubuh menghasilkan histamin.
• INILAH BUAH Mentega, Buah Mirip Kesemek yang Mampu Mencegah Kanker Jika Rutin Dikonsumsi
Stroberi
Stroberi merupakan buah yang tidak boleh dimakan saat batuk. Alasannya pun serupa dengan buah pisang.
Stroberi memicu produksi histamin yang menyebabkan batuk.
Penelitian yang diterbitkan The Journal of Medicine Netherlands, buah stroberi pun dikategorikan sebagai buah yang memicu produksi histamin dari dalam tubuh.
Pada kasus lain, ada pula alergi stroberi.
Salah satu gejala alergi stroberi adalah batuk-batuk.
Jenis-jenis Batuk
Batuk merupakan respons alami yang diberikan tubuh saat sistem pertahanan saluran napas mengalami gangguan dari luar.
Melalui batuk, tubuh bisa membersihkan lendir atau faktor penyebab iritasi lainnya agar keluar dari paru-paru.
Batuk umumnya dapat sembuh dalam waktu tiga minggu dan jarang mengindikasikan penyakit tertentu.
• BUAH Carica Miliki Manfaat Luar Biasa untuk Tubuh, Diantaranya Menghilangkan Bakteri Jahat di Usus
Beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami batuk:
- Menghirup zat yang membuat iritasi saluran pernapasan;
- Merokok;
- Memiliki alergi;
- Bekerja di tempat dengan polusi yang tinggi.
Batuk tidak membutuhkan pengobatan khusus.
Namun, pengobatan rumahan, seperti air madu dan lemon dapat membantu meringankan batuk ringan.
Dilansir dari halodoc, berikut ini beberapa jenis batuk yang dapat terjadi:
1. Batuk Kering
Jenis batuk ini ditandai dengan rasa gatal pada tenggorokan.
Batuk kering biasanya terjadi pada tahap akhir pilek atau saat sistem pernafasan terkena iritasi.
2. Batuk Berdahak
Sementara itu, batuk berdahak adalah jenis batuk yang mengeluarkan dahak.
Dahak tersebut bisa berasal dari tenggorokan, sinus, serta paru-paru.
3. Batuk pada Bayi dan Anak-Anak
Batuk yang dialami bayi dan anak-anak dapat disebabkan oleh faktor yang sama dengan batuk pada orang dewasa, antara lain infeksi saluran pernapasan, asma, dan GERD.
Jika batuk pada Si Kecil berlangsung lama, bisa jadi terjadi infeksi saluran pernapasan yang serius.
4. Batuk Rejan pada Anak-Anak dan Bayi
Orangtua sebaiknya waspada bila Si Kecil menunjukkan gejala batuk rejan seperti:
Suara lengkingan di setiap tarikan napas dalam-dalam setelah batuk.
Batuk yang hebat dan intens yang mengeluarkan dahak kental.
Penyebab Batuk
Berdasarkan penyebabnya, batuk dibagi menjadi dua jenis, yaitu batuk akut (berlangsung dalam jangka pendek) dan batuk kronis (berlangsung dalam waktu yang lama).
1. Batuk Akut
Batuk akut sering disebabkan karena beberapa hal, di antaranya:
Infeksi pada saluran pernapasan atas yang menyerang tenggorokan atau sinus, contohnya pilek, flu, radang tenggorokan, dan sinusitis.
Infeksi pada saluran pernapasan bawah yang memengaruhi paru-paru atau saluran udara bagian bawah, contohnya bronkitis akut atau pneumonia.
Alergi, seperti rhinitis alergi atau demam.
Peningkatan dari kondisi kesehatan jangka panjang, seperti asma, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) atau bronkitis kronis.
Menghirup debu atau asap.
Batuk akut bisa menjadi gejala awal dari kondisi kesehatan yang menyebabkan batuk kronis.
Namun, kondisi ini terbilang jarang terjadi.
2. Batuk Kronis
Secara umum, batuk kronis disebabkan infeksi saluran pernapasan jangka panjang, seperti bronkitis kronis.
Meski begitu, penyakit ini juga biasanya disertai gejala lain, misalnya mengi, sesak napas, dan nyeri dada, merokok, dan bronkiektasis, yaitu kondisi ketika saluran udara paru-paru melebar secara tidak normal.
Batuk yang terjadi terus menerus sebaiknya jangan dianggap sepele.
Jika mengalamiLebih dari tiga minggu akibat infeksi virus, bertambah parah dan disertai darah, kesulitan bernapas, sakit dada, penurunan berat badan tanpa alasan jelas, demam, atau terjadi pembengkakan dan muncul benjolan di leher, segera ke dokter untuk mengetahui penyebab dan mendapat penanganan yang tepat. (*)