Breaking News:

Angka Putus Sekolah Tinggi, Dewan Minta Disdik Bina Pelajar Agar Kembali Bersekolah

Tentu ada solusi agar mereka bisa kembali sekolah, tinggal bagaimana pembinaan dan terobosan dari Disdik.

Penulis: Nur Imam Satria | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Nur Imam Satria
Anggota DPRD Kabupaten Ketapang Abdul Sani. Foto Nur Imam Satria 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Anggota DPRD Ketapang Abdul Sani meminta Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Ketapang untuk mendata dan melakukan pembinaan kepada pelajar yang memilih putus sekolah.

Hal itu disampaikan Sani saat merespon tingginya angka putus sekolah khususnya tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Ketapang sejak pemberlakuan pembelajaran dari rumah.

"Apapun alasannya harus dicoba untuk dibina, baik karena alasan ada yang menikah dini apalagi alasan faktor ekonomi. Jangan sampai anak-anak yang merupakan generasi penerus tidak mendapatkan pendidikan karena faktor ekonomi keluarga mereka yang memang tidak mampu," tegasnya, Kamis 24 Juni 2021.

Untuk itu, lanjut Sani, mereka (pelajar) yang telah putus sekolah harus didata dan dibina termasuk memberikan pemahaman kepada para orangtua mengenai pentingnya pendidikan agar nafas pendidikan di Ketapang benar-benar terealisasi.

1072 Pelajar Putus Sekolah Sejak Pemberlakuan Belajar dari Rumah

"Tentu ada solusi agar mereka bisa kembali sekolah, tinggal bagaimana pembinaan dan terobosan dari Disdik. Jangan cuma menerima laporan ada anak putus sekolah, cari solusinya ketika tau penyebabnya," timpalnya.

Sani menilai, solusi terakhir yang dapat diambil yakni dengan bekerjasama dengan pihak terkait soal pelaksanaan paket.

Agar ketika ada anak-anak yang tidak lagi bisa dibantu dalam pendidikan, tetap bisa mendapatkan ijazah.

"Tapi itu cara terakhir. Pilihan awal pembinaan dan kembali mengajak anak-anak putus sekolah melanjutkan sekolah. Jika alasan karena faktor ekonomi bisa dibantu apalagi selama anggaran pendidikan besar, jika alasan menikah maka lakukan pembinaan terhadap anak dan orangtua," pungkasnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Ketapang)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved