BPBD Gencar Patroli Gabungan Karhutla di Kapuas Hulu
Gunawan juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Kapuas Hulu, agar segera melaporkan jika terjadi Karhutla diwilayah setempat.
Penulis: Sahirul Hakim | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUASHULU - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas Hulu Gunawan menyatakan, kalau pihaknya terus melaksanakan patroli gabungan bersama TNI, Polri, Forkompimcam, dan relawan kebakaran, untuk meminimalisir terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) wilayah Kapuas Hulu.
"Laksanakan patroli bersama ini dilaksanakan sampai dengan tingkat kecamatan hingga desa, terutama terhadap desa-desa yang rawan akan terjadi Karhutla pada saat musim kemarau," ujarnya kepada Tribun, Selasa 22 Juni 2021.
Dijelaskannya, Pemerintah tidak melarang petani membuka lahan untuk pertanian, namun harus mengacu pada peraturan, diantaranya Peraturan Gubernur Kalimantan Barat Nomor 103 Tahun 2020 Tentang Pembukaan Lahan Pertanian Berbasis Kearifan Lokal dan dalam aturan tersebut, tertuang pernyataan bahwa setiap peladang dapat membuka lahan dengan cara pembakaran terbatas, dan terkendali maksimal 2 hektar perkepala keluarga sesuai dengan kaearifan lokal.
"Pergub tersebut agar masyarakat tidak membuka lahan yang skala besar sehingga tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan, karena akibat dari Karhutla tersebut akan menimbulkan kabut asap sehingga mengganggu aktivitas kendaraan baik udara dan darat, serta lebih bahaya lagi adalah pernapasan itu sendiri," ucapnya.
• Bersinergi, TNI dan Polri Kampanyekan Pencegahan Covid-19 di Kapuas Hulu
Ditambahkanya, sejak tanggal 1 Juni 2021 pihaknya telah membangun Pos Komando Pencegahan dan Penanganan Penanggulangan Karhutla, yang dijaga selama 24 jam oleh para petugas.
"Itu semua upaya pencegahan agar tidak terjadi Karhutla," ujarnya.
Gunawan juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Kapuas Hulu, agar segera melaporkan jika terjadi Karhutla diwilayah setempat.
"Laporkan melalui pihak desa, kecamatan atau melalui relawan karhutla yang telah dibentuk di desa agar dampak kebakaran dapat diminimalisir," ungkapnya. (*)
(Simak berita terbaru dari Kapuas Hulu)