Pesan Gubernur Sutarmidji kepada Satono dan Fahrur Rozi Jadikan Sambas Sentra Produksi Beras
Saat ini dikatakannya yang harus ditingkatkan kualitas Packaging dan bisa bekerjasama dengan Perusahaan Daerah Provinsi Kalbar untuk pemasaran.
Penulis: Anggita Putri | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji mengatakan yang paling nyata dilapangan bagaimana membuat Kabupaten Sambas menjadi sentra produksi beras di Kalbar.
Saat ini dikatakannya yang harus ditingkatkan kualitas Packaging dan bisa bekerjasama dengan Perusahaan Daerah Provinsi Kalbar untuk pemasaran.
“Sekarang ini Nilai Tukar Petani (NTP) dari Petani masih 93 -98 persen artinya produktivitasnya masih rendah. Petani untuk sektor tanaman padi baru 94 persen. Ini membuat petani masih belum sejahtera,” ujarnya.
• Gubernur Sutarmidji Minta Satono dan Fahrur Rofi Kembangkan Potensi Pariwisata Kabupaten Sambas
Akan tetapi di sektor Palawija sudah lebih 140 persen artinya jauh lebih sejahtera dan biaya produksi rendah dibandingkan nilai jualnya, itulah yang harus di perhatikan.
“Nilai NTP Petani penting diperhatikan apalagi Sambas dimana masyarakatnya hidup dari sektor pertanian,”ucapnya.
Sutarmidji mengatakan meningkatnya NTP Pertanian tak cukup hanya dibuktikan dari meningkatkan hasil produksi.
“Jangan dikira 4 ton itu NTB sudah diatas 100. Saya lihat ada yang mungkin belum sampai 4 ton mungkin ada daerah lain ada yang 6ton. Jadi bisa dilihat apa yang harus di perhatikan dan bisa kerjasama dengan Fakultas Pertanian, karena tidak bisa kalau tidak melibatkan pakar,” pungkasnya. (*)
(Update Informasi Seputar Kota Pontianak)