Breaking News:

Komunitas Perajin Sulam Tali dan Anyaman Pandan Ketapang Dibekali Kemampuan Branding Produk

Dalam menjawab tantangan tersebut, Kelompok Keahlian Literasi, Media, dan Budaya, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Teknologi Bandung mengadakan

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Komunitas Perajin Sulam Tali dan Anyaman Pandan di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. 

Komunitas Perajin Sulam Tali dan Anyaman Pandan Ketapang Diajarkan Branding Produk

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Di era digital ini, media sosial menjadi tren dalam komunikasi pemasaran.

Pemanfaatan media sosial mampu memberikan banyak manfaat, terutama di masa pandemi Covid-19 saat ini yang membuat gerak semakin terbatas.  

Namun, minimnya pengetahuan strategi desain produk, branding serta marketing menjadi tantangan tersendiri terutama bagi para perajin dan pelaku UMKM di daerah.

Dalam menjawab tantangan tersebut, Kelompok Keahlian Literasi, Media, dan Budaya, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Teknologi Bandung mengadakan kegiatan Pelatihan Pemanfaatan Media Sosial sebagai Sarana Branding bagi Komunitas Perajin Sulam Tali dan Anyaman Pandan di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

Baca juga: Pemkab Ketapang Ikuti Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Bersama Presiden

Kegiatan ini merupakan bagian dari kegiatan Pengabdian pada Masyarakat yang dilakukan dengan pendanaan dari LPPM ITB.

Pelatihan ini berlangsung mulai dari tanggal 3 sampai 4 Juni 2021 dan diikuti oleh para perajin sulam tali dan anyaman pandan, ketua tani, serta para penyuluh di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

Pada pelatihan ini, beberapa pakar diundang untuk memberikan paparan, diantaranya pakar di bidang desain produk, Prananda Luffiansyah Malasan, Ph.D. yang membahas materi dengan tema Pengembangan Produk yang Marketable dan pakar di bidang digital branding dan marketing, Adi Supriadi, M.M. yang membahas materi dengan tema Digital Branding dan Marketing.

Dalam pelatihan ini, para perajin mendapatkan pengetahuan praktis dan pendampingan langsung untuk mengembangkan produk.

Pelatihan ini dapat membantu para perajin untuk lebih memahami penggunaan media sosial untuk membangun branding dalam rangka pengembangan produk.

"Nantinya, para perajin diharapkan dapat menyusun strategi yang tepat sehingga dapat meningkatkan daya saing produk baik di tingkat nasional maupun internasional," kata Adi Supriadi. (*)

(Update Informasi Seputar Kota Pontianak)

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Hamdan Darsani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved