Kenapa Apel Berubah Jadi Kecoklatan Setelah Kulitnya Dikupas?
Tak hanya apel, kita sering juga menjumpai buah apel, pisang, atau pir yang warnanya berubah menjadi kecokelatan setelah dikupas dan dipotong.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Kamu yang mengkonsumsi apel pasti pernah melihat warnanya berubah setelah kulit dikupas.
Tak hanya apel, kita sering juga menjumpai buah apel, pisang, atau pir yang warnanya berubah menjadi kecokelatan setelah dikupas dan dipotong.
Perubahan warna pada buah apel dipengaruhi oleh reaksi antara oksigen di udara dan enzim polyphenol oxidase (PPO) yang ada dalam buah apel.
Saat apel diiris atau digigit, oksigen akan mengenai bagian yang diiris atau digigit itu.
Baca juga: Oknum Anggota Pol PP Tendang Kursi Cafe Saat Bertugas, Kasatpol PP Singkawang Buka Suara
Saat ada oksigen dalam sel, enzim PPO akan mengoksidasi senyawa phenol yang ada di jaringan apel.
Oksidasi adalah penggabungan suatu zat dengan oksigen.
Pada proses oksidasi senyawa phenol, terjadi reaksi kimia yang menghasilkan zat warna (pigmen) melanin.
Melanin merupakan pigmen warna gelap.
Inilah mengapa hasil dari reaksi oksidasi pada buah apel itu membuat warna daging buah apel berubah jadi kecokelatan.
Proses perubahan warna buah apel menjadi kecokelatan ini juga disebut enzymatic browning.
Sebenarnya, enzim PPO bukan hanya terkandung dalam buah apel saja, lo. Ada banyak hasil tumbuhan yang mengandung enzim ini.
Warna cokelat pada teh, kopi, dan kakao juga dipengaruhi oleh proses enzymatic browning.
Nah, karena hal ini merupakan proses alami yang terjadi, daging buah apel yang berubah warna kecoklatan itu tetap aman dikonsumsi.
Baca juga: Cara Mengobati Jerawat Secara Alami, Cukup Ikuti 8 Langkah Ini
Hal itu dipengaruhi sebagai oksidasi. Oksidasi adalah proses kimia alami yang terjadi pada sel hidup.
Ketika kulit buah terkupas atau penyok, dinding sel dan membrane akan rusak sehingga oksigen masuk.