Larang Mudik Lebaran, Edi Kamtono: ASN Tambah Libur Tunda Naik Pangkat
Untuk pelayanan publik seperti kesehatan baik di rumah sakit maupun Puskesmas, tetap berjalan seperti biasanya.
Untuk pelayanan publik seperti kesehatan baik di rumah sakit maupun Puskesmas, tetap berjalan seperti biasanya.
"Kalau untuk pelayanan di rumah sakit dan puskesmas tetap di layani, dan biasanya mereka lakukan secara bergantian (pakai shif)," ungkapnya.
Sekretariat Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu, Nazaruddin memastikan bahwa, selama liburan lebaran aktivitas pelayanan kesehatan masih tetap berjalan dengan biasanya.
"Semuanya sudah diatur dengan baik, siapa saja yang stanbay menjalankan tugas, dan tidak karena libur lebaran," ujarnya.
Dijelaskannya, pelayanan kesehatan tetap berjalan selama 24 jam seperti biasanya. Pastinya tidak ada berhenti dalam memberikan pelayanan kesehatan.
"Tim kesehatan baik di rumah sakit maupun Puskesmas selalu stanbay melayani masyarakat," ungkapnya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Singkawang, Sumastro menerangkan, ketentuan libur bagi ASN tentunya disesuaikan dengan aturan Pemerintah Pusat.
Edi Rusdi Kamtono menegaskan, ASN tidak boleh menambah-nambah libur tersebut. "Itu jangan ditambah-tambah, jangan buat aturan sendiri," kata Edi Rusdi Kamtono.
ASN, kata Sekda Singkawang, wajib taat dengan aturan pemerintah, karena menurutnya ASN merupakan panutan bagi masyarakat. "Kalau ASN ndak patuh, apalagi rakyat," ujarnya.
Kendati demikian, ia menegaskan pelayanan kesehatan bagi masyarakat akan tetap berjalan.
"Pelayanan publik terkait kesehatan masyarakat itu tidak ada jatah libur," katanya.
Petugas piket, kata Sumastro, akan tetap bertugas agar masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan dapat terlayani.
Kepastian tetap beroperasinya layanan kesehatan juga disampaikan Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau Ginting.
Ginting menyampaikan, pelayanan kesehatan di Kabupaten Sanggau tetap buka 24 jam baik pelayanan dasar (Puskesmas) maupun pelayanan rujukan (Rumah Sakit) yaitu pelayanan gawat darurat dan rawat inap.
"Pengaturan petugas dilaksanakan secara sift bergantian sehingga tidak ada kekosongan petugas. Alur layanan tetap sesuai SOP, Kasus spesialis akan dirujuk sesuai kasus penyakitnya dan ketersedian tenaga," katanya, Senin.
Dikatakanya, saat rawat jalan tutup maka semua pasien masuk lewat Instalasi Gawat Darurat (IGD). Disamping itu Puskesmas juga melakukan layanan kesehatan khusus di Posko Terpadu dan posko penyekatan. Akan ada screening kesehatan pelintas jalan dan juga testing rapid antigen Covid-19 secara acak dan terjadwal,"pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/wali-kota-pontianak-edi-rusdi-kamtono-22221111.jpg)