Breaking News:

Update Data Covid-19 Kabupaten Sintang: 1.761 Pasien Sembuh, 52 Kasus Meninggal

Bupati Sintang, Jarot Winarno mengatakan sejak pertengahan bulan Februari 2021, terjadi gelombang ke 3 peningkatan kasus corona di Kabupaten Sintang.

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Tim satgas mengambil sampel swab antigen pada pelaku perjalanan yang akan masuk ke Kabupaten Sintang. Berdasarkan data yang di update Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Per 9 Mei 2021, dari total kasus konfirmasi mencapai 1.984 orang, pasien yang dinyatakan sembuh mencapai 1.761 orang. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Angka kasus konfirmasi covid-19 di Kabupaten Sintang, tembus angka 1.984 orang, dari total 11.168 spesimen yang diperiksa.

Berdasarkan data yang di update Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Per 9 Mei 2021, dari total kasus konfirmasi mencapai 1.984 orang, pasien yang dinyatakan sembuh mencapai 1.761 orang.

Hingga kemarin, masih ada ratusan kasus aktif yang menjalani isolasi di sejumlah fasilitas yang disiapkan oleh pemerintah.

Terbanyak ada 132 orang menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing dengan pengawasan ketat tim satgas.

Selain isolasi mandiri, kasus aktif juga menjalani isolasi di tempat karantina yang disiapkan oleh pemerintah. Rinciannya: RSUD Ade M Djoen 37 orang; Ruang Isolasi Mandiri Rusunawa 48 orang dan RIM Diklat 33 orang.

Baca juga: Razia Warkop di Kota Sintang, Satgas Temukan 4 Pengunjung Positif Corona Dua diantaranya Pelajar

Bupati Sintang, Jarot Winarno mengatakan sejak pertengahan bulan Februari 2021, terjadi gelombang ke 3 peningkatan kasus corona di Kabupaten Sintang. Puncaknya, sampai dengan pertengahan April, hingga 154 kasus per minggu. Namun, dalam 2 minggu ini kasusnya mulai turun. Namun, Jarot meminta masyarakat harus tetap waspada.

“Gelombang ke 3 ini, lebih cepat transmisi penularannya dan lebih ganas. Dari 493 kasus pada bulan April, 27 di antaranya meninggal dunia. Angka kematian kasar CRF 5,4 persen, sementara sampai sebelum April, CRF hanya 1,88 persen. Saat ini, ruang isolasi khusus lebih dari 90 persen tempat tidur terisi. Kapasitas ruang isolasi ditambah 6 tempat tidur di gedung diklat dan 8 tempat tidur di rusunawa segera dibuka,” beber Jarot.

Dengan kondisi peningkatan kasus corona di Sintang, Jarot meminta masyarakat tidak panik. Menurutnya, sudah saatnya semua komponen masyarakat Kabupaten Sintang, terpanggil untuk sama-sama menegakan protokol keseahatan 5 M, termasuk mengurangi mobilitas dan menghindari kerumunan.

“Jangan panik. Jangan mudik. Kita rayakan Idul Fitri dengan khusyu dan kita laksanakan ibadah dan silaturahim dengan protokol kesehatan,” ajak Jarot. (*)

Penulis: Agus Pujianto
Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved