AMERIKA Serikat ‘Angkat Kaki’ dari Afghanistan ? AS Geser Pasukan Tempur ke Perbatasan Rusia

Saat ini Tajikistan adalah anggota penuh dari aliansi Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif (CSTO) yang dipimpin Rusia.

Tayang:
Editor: Ishak
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA VIA KONTAN.CO.ID
MILITER AMERIKA Serikat ‘Angkat Kaki’ dari Afghanistan ? AS Geser Pasukan Tempur ke Perbatasan Rusia. Cek selengkapnya di artikel berikut ini / ILUSTRASI. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Amerika Serikat membuat keputusan strategis terbaru terkait pasukan tempurnya di Luar Negeri.

Baru-baru ini, Amerika Serikat disebut bakal memobilisasi pasukan tempurnya ke dekat perbatasan Rusia !

Di mana pasukan yang digeser tersebut adalah pasukan yang saat ini ada di Afghanistan.

Apakah ini akan menjadi langkah lanjutan rencana Amerika Serikat atau AS ‘angkat khaki’ dari Afghanistan ? 

Baca juga: Amerika Serikat Kirim Kapal Perang ke Laut Hitam Lagi, Rusia ‘Balas’ dengan Latihan Tembak Langsung

Tepat pada tanggal 1 Mei lalu, AS dan NATO resmi memulai penarikan pasukan mereka dari tanah Afghanistan.

Kini beredar kabar bahwa pasukan AS yang ditarik dari Afghanistan tersebut akan dialihkan ke perbatasan Rusia.

Mengutip pejabat militer terkait, Wall Street Journal melaporkan bahwa AS akan lebih memilih untuk mengerahkan kembali pasukan dan peralatan yang keluar dari Afghanistan ke Uzbekistan atau Tajikistan.

Saat ini Tajikistan adalah anggota penuh dari aliansi Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif (CSTO) yang dipimpin Rusia.

Sementara Uzbekistan, yang menangguhkan keanggotaannya dalam aliansi tersebut pada tahun 2012, tetap mempertahankan hubungan ekonomi dan keamanan yang kuat dengan Rusia.

Baca juga: Pemerintah Amerika Serikat Umumkan Tambahan Rp 50,75 Miliar untuk Upaya Vaksinasi Indonesia

AS mulai membina hubungan keamanan dengan Tajikistan dan Uzbekistan pada tahun 90-an setelah pecahnya Uni Soviet.

AS sempat mengerahkan pasukan di sebuah lapangan udara di Kulob, Tajikistan pada tahun 2001.

Antara tahun 2001 dan 2005, AS merotasi sekitar 7.000 tentaranya di lapangan terbang Karshi-Khanabad di Uzbekistan selatan.

Baca juga: CHINA Jadi Ancaman, Jepang Galang Koalisi dengan Amerika Serikat dan Prancis Gelar Latihan Perang

Sayangnya, pemerintah Uzbekistan memaksa pasukan AS untuk pergi setelah kerusuhan sipil pada tahun 2005.

Organisasi non-pemerintah yang terlibat diduga telah disponsori dan didukung oleh AS.

Selain dua wilayah tersebut, AS uga memiliki fasilitas militer utama di Pangkalan Udara Manas di Kyrgyzstan antara 2001 dan 2014.

Sumber: Kontan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved