Ramadhan 2021

DOA Ramadhan Hari ke 26, Doa Ramadhan Jelang Akhir Ramadhan Menyambut Malam Lailatul Qadar

Terutama pada saat turunnya malam Lailatul Qadar yang sangat dinantikan oleh semua umat Muslim.

Penulis: Madrosid | Editor: Madrosid
GRAFIS TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ENRO
Doa Ramadhan Hari ke 26. 

Beliau bersabda: “Carilah malam lailatul qadar di malam ganjil dari sepuluh terakhir bulan Ramadhan,” (HR. Imam Bukhari).

Baca juga: Surat Al-Qadr dan Keutamaan Malam Lailatul Qadar

Dalam riwayat lain dikatakan: “Lailatul Qadar berada di bulan Ramadhan pada sepuluh hari terakhirnya, yaitu malam kedua puluh satu, atau kedua puluh tiga, atau kedua puluh lima, atau kedua puluh tujuh, atau kedua puluh sembilan, atau di akhir malam Ramadhan.

- Shalat Malam

Dirikanlah shalat malam, barang siapa shalat malam karena iman dan mengharapkan pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lampau dan dosa yang kemudian,” (HR. Imam Ahmad).

Baca juga: Doa Malam Lailatul Qadar Bahasa Arab Latin dan Terjemahannya yang Datang Pada Malam Ganjil Ramadhan

Waktu Datangnya Malam Lailatul Qadar

- 10 Malam Terakhir Ramadhan

- Malam Ganjil : Malam 21, 23, 25, 27, 29

Ciri Malam Lailatul Qadar

Dikutip dari Tribunnews.com M. Quraish Shihab menuturkan, malam Lailatul Qadar adalah malam yang amat mulia.

Sehingga, manusia tidak dapat membayangkan betapa mulianya.

"Karena itu, ketika menjelaskan, Al Quran mendahulukan ungkapan Wa maa Adraka (dan apakah yang menjadikan engkau mengetahui) Lailatu'l Qadr (malam Lailatul Qadar)."

Menurut Quraish Shihab, tanda yang paling jelas adalah sikap dan perilaku keseharian orang yang mendapatkannya.

Lailatul Qadar dalam ayat Al Quran surat Al-Qadar digambarkan sebagai salam kedamaian sampai terbitnya fajar.

Baca juga: Cara Mendapatkan Malam Lailatul Qadar bagi Wanita Haid di 10 Hari Terakhir Ramadhan

Dengan demikian, malam Lailatul Qadar menjadikan hati seseorang yang mendapatkannya selalu damai dan tenteram.

"Sehingga, orang yang mendapatkan malam Lailatul Qadar diantarkan dari ragu menjadi yakin, dari kebodohan kepada ilmu, dari lalai kepada ingat, khianat kepada amanat, riya kepada ikhlas, lemah kepada teguh, dan sombong kepada tahu diri," tutur Quraish Shihab dalam buku M. Quraish Shihab Menjawab.

Quraish Shihab menambahkan, perihal menjemput malam Lailatul Qadar dengan ibadah, ia menggarisbawahi, apapun yang dilakukan selama karena Allah adalah ibadah.

Termasuk membantu yang butuh, membaca bacaan yang bermanfaat, dan bekerja dengan tekun.

"Ciptakan kedamaian dengan Allah, dengan berzikir, dengan diri beristighfar, dengan sesama lewat sikap yang baik. Laylatu'l-Qadr penuh kedamaian dan insya Allah mampir kepada yang hidup damai, walaupun sedang mengalami haid atau uzur," ujarnya, dikutip dari M. Quraish Shihab Menjawab.

(*)

(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved