Ramadhan 2021

DOA Ramadhan Hari ke 26, Doa Ramadhan Jelang Akhir Ramadhan Menyambut Malam Lailatul Qadar

Terutama pada saat turunnya malam Lailatul Qadar yang sangat dinantikan oleh semua umat Muslim.

Penulis: Madrosid | Editor: Madrosid
GRAFIS TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ENRO
Doa Ramadhan Hari ke 26. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Puasa Ramadhan sudah memasuki detik-detik penghujung.

Bagi umat Muslim selayaknya mulai meningkatkan amal ibadah sejak memasuki 10 hari terakhir ramadhan.

Karena pada 10 hari terakhir itu keberkahan semakin ditambah oleh Allah.

Terutama pada saat turunnya malam Lailatul Qadar yang sangat dinantikan oleh semua umat Muslim.

Barang siapa yang mendapatkan malam lailatur qadar maka jika dia berdoa minta ampun semua dosanya akan diampuni.

Lailatul Qadar merupakan malam paling mulia disebut malam seribu bulan.

Namun sayangnya Allah merahasiakan kedatangan malam Lailatul Qadar, hanya saja disebutkan malam lailtul qadar akan datang pada malam-malam ganjil di 10 hari terakhir ramadhan.

10 hari terakhir puasa ramadhan ini terus tingkatkan amalan-amalan supaya bisa mendapatkan malam lailatul qadar.

Baca juga: Tata Cara Itikaf di Akhir Ramadhan dan Bacaan Niat Iktikaf, Ada Syarat yang Harus Dipenuhi

Bisa dengan memperbanyak doa dan membaca Alquran diantaranya.

Berikut harian bulan ramadhan 2021

Doa Puasa Hari ke-25 Ramadhan

اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِيْ فِيْهِ مُحِبًّا لِأَوْلِيَائِكَ وَ مُعَادِيًا لأَعْدَائِكَ مُسْتَنّا بِسُنَّةِ خَاتَمِ أَنْبِيَائِكَ يَا عَاصِمَ قُلُوْبِ النَّبِيِّيْنَ

Allâhummaj’alnî fîhi muhibban li awliyâika wa mu’âdiyan lia’dâika mustanan bisunnati khâtami anbiyâika yâ ‘âsima qulûbinnabiyyîn
Artinya :

”Ya Allah, jadikanlah aku di bulan ini lebih mencintai para wali-Mu dan memusuhi musuh-musuh-Mu. Jadikanlah aku pengikut sunnah Nabi penutup-Mu. Wahai yang menjaga hati para nabi

Doa Hari ke-26 Puasa Ramadhan

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ سَعْيِيْ فِيْهِ مَشْكُوْرًا وَ ذَنْبِيْ فِيْهِ مَغْفُوْرًا وَ عَمَلِيْ فِيْهِ مَقْبُوْلاً وَ عَيْبِيْ فِيْهِ مَسْتُوْرًا يَا أَسْمَعَ السَّامِعِيْنَ

Allâhummaj’al sa’yî fîhi masykûran wa dzanbî fîhi maghfûran wa ‘amalî fîhi maqbûlan wa ‘aybî fîhi mastûran yâ asma’as sâmi’îna
Artinya :

”Ya Allah, jadikanlah setiap langkahah usahaku di bulan ini sebagai ungkapan rasa syukur dan dosa-dosaku terampuni, amal-amalku diterima dan seluruh aib kejelekanku ditutupi. Wahai Yang Maha mendengar dari semua yang mendengar

Doa Puasa Ramadhan Hari ke-27

اَللَّهُمَّ ارْزُقْنِيْ فِيْهِ فَضْلَ لَيْلَةِ الْقَدْرِ وَ صَيِّرْ أُمُوْرِيْ فِيْهِ مِنَ الْعُسْرِ إِلَى الْيُسْرِ وَ اقْبَلْ مَعَاذِيْرِيْ وَ حُطَّ عَنِّيَ الذَّنْبَ وَ الْوِزْرَ يَا رَؤُوْفًا بِعِبَادِهِ الصَّالِحِيْنَ

Allâhummarzuqnî fîhi fadhla laylatil qadri wa shayyir umûrî fîhi minal ‘usri ilal yusri waqbal ma’âdzîrî wa huththa ‘anniyadz dzanba wal wizra yâ ra`ûfan bi’ibâdihîsh shâlihîn

Artinya :
”Ya Allah, berkahilah aku di bulan ini dengan mendapatkan lailatul qadr. Ubah arah hidupku dari hidup yang susah menjadi mudah. Terimalah segala permohonan maafku dan hapuskan dosa-dosa dan kesalahanku. Wahai Yang Maha Penyayang terhadap hamba-Nya yang saleh

Baca juga: Raih Pahala Malam Lailatul Qadar dan Segala Keutamaannya, Shalat Lailatul Qadar Jumat 7 Mei 2021

Doa Hari ke-28 Puasa Ramadhan

اَللَّهُمَّ وَفِّرْ حَظِّيْ فِيْهِ مِنَ النَّوَافِلِ وَ أَكْرِمْنِيْ فِيْهِ بِإِحْضَارِ الْمَسَائِلِ وَ قَرِّبْ فِيْهِ وَسِيْلَتِيْ إِلَيْكَ مِنْ بَيْنِ الْوَسَائِلِ يَا مَنْ لاَ يَشْغَلُهُ إِلْحَاحُ الْمُلِحِّيْنَ

Allâhumma waffir hadzdzî minan nawâfili wa akrimnî fîhi bîhdhâril masâili wa qarrib fîhi wasîlatî ilayka min baynil wasâili yâ man lâ yasyghaluhu ilhâhul mulihhîna

Artinya :
”Ya Allah, sempurnakanlah hidupku dengan melaksanakan amalan-amalan Sunnah, dan muliakanlah aku dengan terkabulnya semua permintaan. Dekatkanlah aku kepada-Mu dengan berbagai jalan, Wahai Yang tidak sibuk dengan rintihan orang yang meminta

Doa Puasa Ramadhan Hari ke-29

اَللَّهُمَّ غَشِّنِيْ فِيْهِ بِالرَّحْمَةِ وَ ارْزُقْنِيْ فِيْهِ التَّوْفِيْقَ وَ الْعِصْمَةَ وَ طَهِّرْ قَلْبِيْ مِنْ غَيَاهِبِ التُّهَمَةِ يَا رَحِيْمًا بِعِبَادِهِ الْمُؤْمِنِيْنَ

Allâhumma ghasysyinî fîhi birrahmati warzuqnî fîhit tawfîqa wal ‘ismata wa thahhir qalbî min ghayâhibit tuhmati yâ rahîman bi’ibâdihil mukminîn

Artinya :
”Ya Allah, lingkupilah aku di bulan ini dengan rahmat-Mu, anugrahilah aku taufik dan penjagaan-Mu. Sucikanlah hatiku dari benih-benih fitnah/kebencian, Wahai yang Maha Pengasih terhadap hamba-hamba-Nya yang beriman

Doa Puasa Hari ke-30 Ramadhan

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ صِيَامِيْ فِيْهِ بِالشُّكْرِ وَ الْقَبُوْلِ عَلَى مَا تَرْضَاهُ وَ يَرْضَاهُ الرَّسُوْلُ مُحْكَمَةً فُرُوْعُهُ بِالأُصُوْلِ بِحَقِّ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ آلِهِ الطَّاهِرِيْنَ وَ الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Allâhummaj’al shiyâmî fîhi bisysyukri wal qabûli ‘alâ mâ tardhâhur Wayardlâhurrasûlu muhkamatan furû’uhu bil ushuli bihaqqi sayyidinâ muhammadin wa âlihit Al-Thâhirîn wal hamdu lillahi rabbil’âlamin

Artinya :
”Ya Allah, terimalah puasaku di bulan ini dengan rasa syukur. Jadikanlah puasaku ini mendatangkan keridhaan-Mu dan keridhaan para Rasul-Mu. Engkau kuatkanlah furu (cabang-cabang)-nya dan ushul (pokok-pokok)-nya. Demi kebenaran junjungan kami Muhammad saw beserta keluarganya yang suci. Segala puji bagi-Mu ya Allah,Tuhan semesta alam.

Cara Mendapatkan Malam Lailatul Qadar

- Perbanyak Itikaf dan Ibadah

Rasulullah SAW menganjurkan umatnya mempersiapkan diri menyambut malam Lailatul Qadar dengan memperbanyak i'tikaf dan ibadah.

- Menghidupkan 10 malam terakhir bulan Ramadhan

Beberapa keterangan dari ulama menyebutkan bahwa malam Lailatul Qadar datang pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan.

Sebab, ketika itu diharapkan jiwa manusia yang berpuasa selama 20 hari sebelumnya sudah lebih sadar dan lebih suci.

Bagi orang yang ingin bersungguh mendapatkan malam Lailatul Qadar Rasulullah meninggalkan petunjuk datangnya malam Lailatul Qadar.

- Menghidupkan Malam Ganjil di Bulan Ramadhan

Beliau bersabda: “Carilah malam lailatul qadar di malam ganjil dari sepuluh terakhir bulan Ramadhan,” (HR. Imam Bukhari).

Baca juga: Surat Al-Qadr dan Keutamaan Malam Lailatul Qadar

Dalam riwayat lain dikatakan: “Lailatul Qadar berada di bulan Ramadhan pada sepuluh hari terakhirnya, yaitu malam kedua puluh satu, atau kedua puluh tiga, atau kedua puluh lima, atau kedua puluh tujuh, atau kedua puluh sembilan, atau di akhir malam Ramadhan.

- Shalat Malam

Dirikanlah shalat malam, barang siapa shalat malam karena iman dan mengharapkan pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lampau dan dosa yang kemudian,” (HR. Imam Ahmad).

Baca juga: Doa Malam Lailatul Qadar Bahasa Arab Latin dan Terjemahannya yang Datang Pada Malam Ganjil Ramadhan

Waktu Datangnya Malam Lailatul Qadar

- 10 Malam Terakhir Ramadhan

- Malam Ganjil : Malam 21, 23, 25, 27, 29

Ciri Malam Lailatul Qadar

Dikutip dari Tribunnews.com M. Quraish Shihab menuturkan, malam Lailatul Qadar adalah malam yang amat mulia.

Sehingga, manusia tidak dapat membayangkan betapa mulianya.

"Karena itu, ketika menjelaskan, Al Quran mendahulukan ungkapan Wa maa Adraka (dan apakah yang menjadikan engkau mengetahui) Lailatu'l Qadr (malam Lailatul Qadar)."

Menurut Quraish Shihab, tanda yang paling jelas adalah sikap dan perilaku keseharian orang yang mendapatkannya.

Lailatul Qadar dalam ayat Al Quran surat Al-Qadar digambarkan sebagai salam kedamaian sampai terbitnya fajar.

Baca juga: Cara Mendapatkan Malam Lailatul Qadar bagi Wanita Haid di 10 Hari Terakhir Ramadhan

Dengan demikian, malam Lailatul Qadar menjadikan hati seseorang yang mendapatkannya selalu damai dan tenteram.

"Sehingga, orang yang mendapatkan malam Lailatul Qadar diantarkan dari ragu menjadi yakin, dari kebodohan kepada ilmu, dari lalai kepada ingat, khianat kepada amanat, riya kepada ikhlas, lemah kepada teguh, dan sombong kepada tahu diri," tutur Quraish Shihab dalam buku M. Quraish Shihab Menjawab.

Quraish Shihab menambahkan, perihal menjemput malam Lailatul Qadar dengan ibadah, ia menggarisbawahi, apapun yang dilakukan selama karena Allah adalah ibadah.

Termasuk membantu yang butuh, membaca bacaan yang bermanfaat, dan bekerja dengan tekun.

"Ciptakan kedamaian dengan Allah, dengan berzikir, dengan diri beristighfar, dengan sesama lewat sikap yang baik. Laylatu'l-Qadr penuh kedamaian dan insya Allah mampir kepada yang hidup damai, walaupun sedang mengalami haid atau uzur," ujarnya, dikutip dari M. Quraish Shihab Menjawab.

(*)

(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved