Breaking News:

Gubernur Sutarmidji Imbau Umat Muslim Laksanakan Salat Ied Tak Terpusat di Satu Masjid Saja

Gubernur Kalimantan Barat, H Sutarmidji meminta Pelaksaaan Salat Ied Idul Fitri di Kalbar agar para umat islam  dapat menyebar ke beberapa titik Masji

Penulis: Anggita Putri | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Gubernur Kalimantan Barat, H Sutarmidji meminta Pelaksaaan Salat Ied Idul Fitri di Kalbar agar para umat islam dapat menyebar ke beberapa titik Masjid, tidak hanya satu di masjid besar untuk menghindari kerumunan.

“Salat Ied juga kalau dapat terpecah dan jangan terpusat satu di satu Masjid saja yang membuat kerumunan, Pengurus Masjid harus benar-benar dalam mengaturnya,” tegasnya.

Diketahui bahwa di Kalbar saat ada 5 daerah yang berada pada zona orange yaitu Kota Pontianak, Kabupaten Sintang, Sekadau, Sanggau dan Landak. 

“Saya berharap kepada Kanwil Kemenag RI Kalbar beserta jajarannya, supaya dapat memperhatikan tempat ibadah dan meminta kepada Pengurus Masjid agar dapat menyiapkan masker dan pengukur suhu tubuh,” harapnya.

Baca juga: Ketua DMI Provinsi Kalbar : Salat Ied Boleh Dilaksanakan Sesuai Zona Penyebaran Covid-19

Dikatakannya pada pelaksanaan salat masker apa saja boleh digunakan. 

“Pakai makser gunanya untuk mengurangi peluang penularan dan jika dia positif maka dia tidak menularkan kepada orang lain. Mudah-mudahan setelah ini, kita evaluasi Covid-19 di Kalbar dapat menurun,”ujarnya.

Sutarmidji mengingatkan kepada Pengurus Masjid di Kalbar untuk dapat memberikan pemahaman ibadah di masa pandemi kepada masyarakat.  

Gubernur Sutarmidji berharap umat islam yang beribadah ke masjid untuk selalu membawa sendiri peralatan salat, selalu memakai masker, dan menjaga jarak.

“Imam Masjid harus memberikan pemahaman kepada Makmumnya, rapat dan lurusnya saf salat bukan syarat sahnya salat, melainkan kesempurnaan salat tersebut. Tapi dalam kondisi yang darurat di masa pandemi ini, tidak ada yang bisa sempurna,” ungkap Gubernur Kalbar,kemarin.

Ia berharap Masjid di Kalbar ini jangan sampai ada yang melarang penggunaan masker ataupun pelarangan karena menjaga jarak. 

Di masa Pandemi seperti saat ini penggunaan masker dan jaga jarak merupakan hal yang wajib diterapkan.

“Seperti yang diberitakan sebelumnya di luar Kalbar, karena melarang masyarakat untuk menggunakan masker di dalam Masjid, nah malah sekarang jadi duta masker,”ujarnya. 

Artinya, setelah diberikan pemahaman Pengurus Masjid baru menyadari kalau perbuatannya salah melarang orang memakai masker di dalam Masjid.

Sebagai informasi bahwa kasus positif Covid-19 di Kalbar dalam satu bulan terakhir sangat tinggi. Maka diharapkan masyarakat dapat mematuhi, serta menerapkan standar protokol kesehatan yang telah dianjurkan oleh pemerintah. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved