Wawancara Eksklusif

Pelarangan Mudik di Pontianak, Semua Kendaraan Diperiksa di Titik Batu Layang dan Ambawang

Apabila dari KTP luar wilayah kita akan minta kembali, lalu hasil koordinasi dengan pemerintah kota akan kita lakukan swab antigen

Penulis: Ferryanto | Editor: ruddy
TRIBUNPONTIANAK/FERRYANTO
Kapolresta Pontianak Kombespol Leo Joko Triwibowo. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pemerintah telah melarang masyarakat untuk melaksanakan mudik pada Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah tahun 2021.

Pengetatan pelarangan mudik akan mulai diberlakukan 6-17 Mei 2021 di seluruh Indonesia tak terkecuali di Kota Pontianak Kalimantan Barat.

Menjawab berbagai pertanyaan masyarakat terkait pelarangan mudik Idul Fitri, Pemimpin Redaksi Tribun Pontianak Safruddin melakukan wawancara eksklusif dengan Kapolresta Pontianak Kombespol Leo Joko Triwibowo, Selasa (4/5).

Seperti apa kebijakan ini diberlakukan, berikut petikan wawancaranya.

Tribun: Pada tanggal 6 Mei 2021 sudah memasuki pengetatan mudik lebaran, bagaimana Polresta Pontianak merespons situasi ini, khususnya bagi mereka yang keluar masuk Kota Pontianak.

Kapolresta: Tindak lanjut dari Polresta Pontianak pastinya kami akan melakukan penyekatan di batas batas kota. Gunanya untuk apa, untuk menyeleksi seluruh pengguna jalan yang nanti akan keluar ataupun masuk.

Karena memang ada aturan, bagi yang hendak keluar ataupun masuk ada surat yang bisa digunakan yakni SIKM (surat izin keluar masuk) yang sudah kita koordinasikan dengan dinas kota yang akan di keluarkan kelurahan.

Tribun: Pada proses pengamanan nantinya, apakah hanya personel polresta saja atau gabungan.

Kapolresta : Nanti kita akan gabungan, dari Polresta Pontianak, TNI, Satgas Covid 19 Kota, Polda Kalbar, dan Satpol PP, dan BNPB juga akan dilibatkan.

Tribun : Nantinya titik - titik mana saja yang akan dijaga di Kota Pontianak dan teknisnya seperti apa?

Kapolresta : Titik yang akan kita prioritaskan yang mengarah ke luar kota dan akan kita fokuskan ke arah Mempawah di Kelurahan Batu Layang, dan satunya di wilayah Sungai Ambawang.

Tribun : Bagaimana bila ditemukan ada warga yang tidak melengkapi persyaratan?

Kapolresta : Nanti setiap kendaraan akan kita periksa, bila itu dari lokal akan kita beri kelonggaran. Apabila dari KTP luar wilayah kita akan minta kembali, lalu hasil koordinasi dengan pemerintah kota akan kita lakukan swab antigen kepada pengendara,

Bila hasilnya negatif akan kita kembalikan, bila hasilnya positif maka akan kita isolasi karantina. Dan bila tidak membawa surat-surat sama sekali, maka akan kita minta pulang.

Tribun ; Bisa dijelaskan berapa banyak personel yang bakal dilibatkan nantinya untuk penegakan larangan mudik oleh pemerintah.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved