Breaking News:

Diduga Akan Merakit Bom Ikan, Tujuh Warga Diamankan Polres Ketapang

Dua kapal beserta tujuh warga diamankan tim gabungan lantaran diduga membawa sejumlah peralatan dan bahan yang diduga akan digunakan menangkap ikan se

TRIBUNPONTIANAK/Nur Imam Satria
Kapolres Ketapang AKBP Wuryantono Saat Memimpin Rilis Penangkapan Tujuh Orang Warga yang Diduga Akan Merakit Bom untuk Menangkap Ikan. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Ketapang mengamankan dua Kapal nelayan, yakni KM Bintang Jrangali dan kapal tak bernama beserta tujuh warga di pelabuhan kecil Jalan Tengkawang, Kelurahan Tengah, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang, Minggu 2 Mei 2021.

Dua kapal beserta tujuh warga diamankan tim gabungan lantaran diduga membawa sejumlah peralatan dan bahan yang diduga akan digunakan menangkap ikan secara Ilegal menggunakan bom ikan.

"Ada tujuh warga yang saat ini kita amankan dan sedang dalam proses pemeriksaan lebih lanjut. Mereka diamankan terkait dugaan penangkapan ikan secara Ilegal," kata Kapolres Ketapang AKBP Wuryantono, Senin 3 Mei 2021.

Baca juga: Oknum Dewan Ketapang Segera Disidangkan di Pengadilan Tipikor Pontianak

Wuryantono menyebut, ketujuh warga yang diamankan yaitu MA (35) nahkoda sekaligus pemilik Kapal KM Bintang Jrangali. MA merupakan warga Kabupaten Kayong Utara.

Kemudian, SM (41) nahkoda kapal tanpa nama, HT (53) selaku pemilik bahan, SI (43) kurir pembeli bahan, YD (23), TN (17) dan SR (18) anak buah kapal (ABK).

"Selain tujuh warga, kita juga mengamankan barang bukti berupa 3 karung pupuk (Calcium Ammonium Nitrate) ukuran 50 kilogram, 3 botol kecap kosong, 2 ken solar, 1 kotak korek api kayu dan 55 batang pipa alumunium," jelasnya.

"Selanjutnya 3 buah kacamata selam, tali yang diduga sumbu, 1 kantong dempol, 2 buah batu pemberat, 1 buah kompresor, 2 buah selang untuk menyelam, 1 buah ikat pinggang peberat dan 3 buah serok ikan," timpalnya.

Dari pengakuan awal, lanjut Wuryantono, para pelaku tidak mengaku kalau barang-barang tersebut akan digunakan untuk mengebom ikan. 

Namun, berpotensi direncanakan atau diindikasikan dibuat detonator.

"Kita telah melakukan penyelidikan dan penyidikan. Ada dua alat bukti yang cukup, makanya mereka kita amankan dan kita dalami kasus ini," ujarnya.

Baca juga: Pemkab Ketapang Bagikan 26 Ton Beras untuk Masjid-masjid di Ketapang

Berdasarkan pengakuan yang didapat, bahwa bahan-bahan tersebut berasal dari salah satu toko yang menjual pupuk dan alat pertanian di Kabupaten Ketapang.

"Kita sedang dalami. Apakah bahan-bahan dijual bebas, kita juga akan dalami, termasuk memerlukan pemeriksaan terhadap saksi ahli seperti pihak dinas pertanian," tandasnya.

Lebih lanjut, Wuryantono menegaskan, jika terbukti, maka para pelaku diancam dengan Undang-Undang (UU) darurat nomor 12 tahun 2001 tentang senjata api atau bahan peledak, atau pasal 85 UU nomor 45 tahun 2009, perubahan UU nomor 31 tahun 2004 tentang perikanan dengan ancaman paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp 2 miliar. (*)

Penulis: Nur Imam Satria
Editor: Hamdan Darsani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved