Breaking News:

Zakat Fitrah Untuk Mensucikan Jiwa

Zakat fitrah untuk mensucikan jiwa kita, kalau zakat mal untuk mensucikan harta, dua-dua zakat ini harus ditunaikan sesuai ketentuan

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
Ketua Dewan Dakwah Kota Pontianak, Ustaz Ubaidullah Murjani Yatim . IST 

Barang siapa yang menunaikannya sebelum salat Ied itu adalah zakat fitrah yang diterima Allah SWT, dan barang siapa yang menunaikan sesudah salat Ied maka itu adalah suatu sedekah dari sedekah-sedekah biasa. Hadits Riwayat Abu Daud dan Ibnu Majah.

"Zakat fitrah dibagikan lagi peruntukkannya, pertama untuk diri sendiri, baik itu orang tua, muda, laki-laki, perempuan, semua wajib. Kemudian kedua, orang-orang yang dibawah tanggungannya. Misalnya punya anak, istri, semua adalah bagian dari tanggungan wajib kita bayarkan," ujarnya.

Baca juga: Amalan Malam Lailatul Qadar Bulan Ramadhan Menurut Ustadz Adi Hidayat, Kapan Malam Lailatul Qadar?

Zakat fitrah untuk setiap jiwa jumlahnya satu sha', atau 2,5 Kg atau 3,5 liter dari beras atau yang lain, intinya makanan pokok.

Walaupun memang, ada perbedaan pendapat ulama dalam memahami dalil terkait zakat tersebut.

Sebagian ulama ada yang mengatakan tidak boleh, apalagi kita bermazhab Syafi'i, maka zakat fitrah adalah sesuai dengan makanan pokok kita.

Tapi, sebagaian ulama mengkonversi beras itu dalam bentuk uang seharga beras.

"Jadi pada intinya bayar zakat fitrah dengan beras boleh, yang bayar zakat fitrah dengan uang juga boleh, yang tidak boleh yang tidak bayar zakat," tuturnya.

Lebih lanjut, Ustaz Ubaidillah mengatakan untuk mengeluarkan zakat tidak terikat tempat, tidak ada zakat fitrah terikat tempat.

Kalau kebetulan kita sedang berada di daerah bukan tempat kelahiran kita, namun memudahkan kita mengeluarkan zakatnya, ya keluarkan, tapi memang biasanya didalam zakat ada istilahnya lebih untuk sedekah, yang terbaik untuk itu orang terdekat kita.

Baca juga: Khutbah Kultum Ramadhan Hari ke 19 Puasa Ramadhan 2021/1442 H Tema Ceramah Ramadhan 2021 Hari Ini

Hal ini karena didalam fitrah atau sedekah yang kita keluarkan ada dua nilainya. Pertama untuk menunaikan kewajiban, dan kedua untuk menyambut tali kekeluargaan.

Pembina Akademi Dakwah Indonesia Kota Pontianak ini pun menerangkan jika tidak ada larangan untuk membayarkan zakat orang tua. Tentu, lanjutnya, hal tersebut lebih baik.

"Lebih baik kita juga, kapan lagi kita untuk berbakti kepada orang tua, jika ada rezeki, uang lebih, bila perlu diprioritaskan untuk keberkahan Insyallah mengalir," katanya. (*)

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Try Juliansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved