Breaking News

Mutiara Ramadan, Rahimi : Al-Quran Universal

Pertama, bahwa ajaran al Quran yang dibawa oleh Muhammad saw., itu bukan hanya untuk orang Arab saja, tetapi untuk semua bangsa di dunia ini, baik ban

Tayang:
Penulis: Muhammad Luthfi | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Penulis adalah Staf Pengelola Anggaran Belanja Pegawai IAIN Pontianak, Muhamad Rahimi 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Islam yang ajaran-ajarannya dipesankan Allah SWT dalam kitab suci-nya yang berbahasa Arab bersifat universal. Keuniversalan ini dapat dilihat, paling tidak, dari dua hal:

Pertama, bahwa ajaran al Quran yang dibawa oleh Muhammad saw., itu bukan hanya untuk orang Arab saja, tetapi untuk semua bangsa di dunia ini, baik bangsa Arab ataupun non Arab, baik yang berdomisili di Timur maupun di Barat, termasuk di Indonesia ini, sebagaimana dikemukakan dalam al Quran.

"Kami tidak mengutus kamu (wahai Muhammad) melainkan kepada manusia seluruhnya, sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya," QS. Sabaa: 28.

Kedua, universalitas al Quran dapat dilihat dari pesan atau ajaran-ajarannya yang tidak terbatas kepada aspek aqidah dan ibadah saja, melainkan meliputi prinsip-prinsip yang mendasari semua urusan hidup dan kehidupan manusia, baik akidah, ibadat, hubungan antara sesama manusia, hukum, akhlak, dan sebagainya.

Baca juga: Dr Syarif: Takwa Kinerja Bathin

Dalam Al Quran dikemukakan bahwa Allah telah mengutus seorang rasul kepada setiap umat. Allah mengutus Syuaib kepada bangsa Madyan, Musa kepada  bangsa Israel dan sebagainya. Demikian juga kisah menarik beberapa orang Nabi seperti Adam, Nuh, Hud, Shalih, Ibrahim, Ismail, Yaqub, Yusuf, Musa, dan Isa as.

Semua rasul, baik yang dikisahkan dalam al Quran maupun yang tidak, bertugas untuk mengajak manusia kepada akidah yang satu, yaitu akidah tauhid. Setiap rasul mengajak kaumnya untuk meyakini bahwa Allah itu Esa, tiada Tuhan selain Allah.

Sedangkan syariat dan sistem hidup yang diajarkan oleh rasul yang satu berbeda dengan syariat rasul lainnya, karena adanya perbedaan tuntutan zaman dan perbedaan situasi serta kondisi masyarakat masing-masing.

Nabi Muhammad, sebagai rasul terakhir, juga mengajak manusia untuk bertauhid dan beribadah hanya kepada Allah, Pencipta manusia dan alam ini, pemberi rezki, yang menghidupkan dan mematikan, tanpa sekutu atau bantuan dari siapapun.

Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak/wewenang Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam QS. Al-Araf : 54, Universalitas ajaran al Quran dalam bidang syariat lebih tampak bila diperhatikan bahwa ajarannya senantiasa sesuai dengan tuntutan segala tempat dan perkembangan setiap zaman. Bahkan, ajaran Islam itu ternyata sangat sesuai dengan fitrah dan hakikat manusia itu sendiri.

Hal ini dapat dilihat pada contoh berikut :

Pertama, Manusia mempunyai kegemaran untuk bekerja mencari nafkah dan memiliki harta benda. Dalam hal ini, Islam memperbolehkan manusia untuk mencari dan memiliki harta kekayaan dengan syarat harta itu baik dan diperoleh dengan jalan yang halal.

Kedua, Manusia menyenangi lawan jenis. Laki-laki menyenangi perempuan dan sebaliknya, perempuan menyenangi laki-laki. Di sini, Islam menyerukan manusia agar melakukan pernikahan untuk mewujudkan cinta kasih sesamanya dan membangun keluarga yang bahagia.

Ketiga, manusia tidak menyenangi pekerjaan yang berat-berat, yang di luar kemampuannya. Di sini, al Quran menjelaskan, Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kemampuannya.

QS. Al-Baqarah: 286. Allah membolehkan berbuka puasa Ramadan bagi mereka yang sakit atau sedang dalam perjalanan, dan membolehkan tayammum bagi mereka yang sulit memperoleh air wudhu, dan masih banyak contoh lainnya.

Keempat, Manusia dan fitrahnya mempunyai keinginan  untuk mengetahui banyak hal.  Anak kecil sekalipun kerap bertanya kepada orang  tuanya tentang apa yang baru dilihatnya. Di sini, Islam menyeru manusia untuk memikirkan tanda-tanda kebesaran dan ciptaan Allah di langit dan di bumi. Disebutkan dalam surat Ali Imran-190, "Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda yang perlu difikirkan oleh orang yang berakal.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved