Breaking News:

Ramadan 2021

Dr Syarif: Takwa Kinerja Bathin

Muttaqin adalah orang-orang yang benar-benar memperilakui takwa. Tattaqûn artinya orang yang sedang melakukan takwa. Adapun takwa adalah kehadiran dir

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Rektor IAIN Pontianak Dr Syarif, S.Ag., MA. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak, Dr Syarif, S.Ag, MA mengatakan takwa merupakan bagian penting dalam bahasan puasa atau shiyâm. Pemulis menamakan takwa sebagai instrumen utama untuk mencapai takwa, Senin 19 April 2021.

Sedangkan tujuan shiyâm adalah untuk mewujudkan orang-orang yang bertakwa (muttaqîn). Kriterium muttaqîn diceritakan dalam teks Qs Âli ‘Irmán/133-134 “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.”(Qs.Ali-Imrân/3:133-134).

Muttaqin adalah orang-orang yang benar-benar memperilakui takwa. Tattaqûn artinya orang yang sedang melakukan takwa. Adapun takwa adalah kehadiran diri di hadapan Allah, di baitul ‘atîq (Qs al-Hajj/22/32:33). Inilah yang disebut takwa itu kinerja batin.

Hubungannya dengan shiyâm adalah bahwa shiyâm itu adalah perilaku menahan diri untuk tidak beetindak dan berkata dengan hawa-nafsu. Sedangan untuk dapat menahan hawa-nafsu itu perlu intervensi Tuhan. Untuk mendapat intervensi Tuhan itu harus hadir di hadapan Tuhan. Nah takwa itu adalah kehadiran di hadapan Tuhan. Oleh karena itu melakukan takwa dahulu baru shiyâm bertahan.

Baca juga: Inilah Amalan-Amalan yang Bisa Dilakukan Dibulan Ramadan

Untuk efektifitas kenerja batin, mari kita mengenal batin. Bahwa Agama itu bentuk berwujud if'âl. Agama "al-iqaamah". Agama itu pendirian hati. Agama bukan teori bukan bersifat epistemic. Agama itu kinerja hati. Sebaliknya hati itu tidak bisa punya kinerja karena hati itu organ fisik yaitu liver. Tetapi 'wujud sosok' di dalam hati itulah yang punya kinerja.

Bagaimana kita dapat mengetahui sosok yang di dalam hati jika kita tidak mau menerima kepahaman yang disampaikan Rasul Tuhan bahwa pada kita ini ada fisik, ada zhahir dan ada batin. Yang fisik itu tubuh yang terdiri dari organ-organ. Liver itu salah satu dari organ tubuh.

Yang zhahir itu ruh. Ruh berbuat pada tubuh. Agama itu kinerja ruh. Nanti harus diukur kinerja yang mana yang disebut agama atau pendirian. Juga harus diukur pendirian yang mana dan kepada siapa yang disebut pendirian yang dilakulan secara benar. Sebelum itu, kita ketahui dulu yang batin. Karena yang batin inilah nanti yang menjadi pengukur atau indikator tunggal.

Baca juga: Lima Sukses Di Bulan Ramadan Diyakini Dapat Menghapus Dosa dan Mendapat Ampunan Allah SWT

Yang batin itu dzat. Dzat itu rasa. Dzat ini yang sebut nikmat Allah ada di dalam hati yaitu ada pada ruh. Ruh itu dalam hati. Ruh tidak bertumpuk dalam liver. Tetapi dzat yang dari Allah atau nikmat atau rasa yang diamanahkan Allah kepada ruh itu merasakan dalam hati apa yang menjadi akibat perbuatan ruh pada tubuh.

Maka hati itu disebut "qalbu" artinya bolak-balik atau berubah-ubah. Bukan liver yang berbolak-balik atau berganti-ganti. Tapi pada liver itu dzat merasakan hasil perilaku ruh yg menunggangi fisik ini yang kadang terasa baik dan kadang tidak baik.

Jadi "al-haqqu min rabbika-kebenaran itu dari Tuhanmu 2:147. Al-Haqqu-yang benar itu datang dari Tuhan. Bendanya Ruh. Kalau didalami lagi sejatinya yang selalu benar itu adalah dzat atau nikmat yang tiada bercerai dengan ruh itu. Maka yang wajib beragama itu adalah ruh.

Karena ruh yang aktif menunggangi fisik ini. Fisik ini sebenarnya buroq itu. Juga ruh yang mengaktifkan dzat saat ruh masuk ke tubuh. Tubuh jadi tempat ruh berbuat, dzat jadi indikator benar atau salah perbuatan ruh pada tubuh. Dzat yang mengukur apakah kinerja ruh itu benar apa tidak. (*)

Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved