BPD Imbau Warga Berhati-hati Melintas di Jembatan Tambatan, Teluk Keramat

Kata dia menjelaskan, akibat dari pergeseran itu maka ada menyisakan ringga atau ruang antara badan jalan dan juga jembatan. Sehingga bisa menimbulkan

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Jembatan di jalan nasional, Desa Tambatan, Kecamatan Teluk Keramat, yang mengalami pergeseran sehingga menimbulkan rongga antara jalan dan jembatan, yang bisa membahayakan pengguna jalan. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Tambatan, Kecamatan Teluk Keramat, Muhammad Irawan menghimbau warga untuk berhati-hati melintas di Jembatan yang ada Desa Tambatan.

Pasalnya kata Irawan, jembatan yang ada di ruas jalan nasional itu, tanahnya mengalami pergerakan kurang lebih 5-10 centimeter (Cm) sehingga membahayakan pelintas saat melintas di daerah tersebut.

"Saya selaku BPD Desa Tambatan menghimbau kepada seluruh masyarakat yang melintasi jembatan ini harap berhati-hati dan menjaga jarak dengan kendaraan lainya karena di jembatan tersebut ada pergeseran," ujarnya, Kamis 29 April 2021.

Kata dia menjelaskan, akibat dari pergeseran itu maka ada menyisakan ringga atau ruang antara badan jalan dan juga jembatan. Sehingga bisa menimbulkan getaran yang cukup keras kepada kendaraan dan pengemudi.

Yang mana kata Irawan akibatnya bisa menimbulkan kecelakaan bagi para pelintas yang melintasi jembatan tersebut.

Baca juga: Diskumindag Sambas Akan Pantau Pergerakan Harga Pasar Secara Berkala

"Sehingga menyebabkan ada rongga yang bisa membahayakan untuk pengendara. Karena ini sudah sering kejadian baik motor atau mobil tiba-tiba ngerem mendadak, bahkan sampai kecelakaan untuk menghindari getaran kepada kendaraan," jelasnya.

Karenanya kata Irawan, dia berharap agar rongga yang ada diantara jembatan dan jalan itu bisa segera di perbaiki. Dengan harapan tidak menimbulkan korban jiwa.

"Sudah cukup lama juga itu, bahkan kerap (Pernah-red) orang kecelakaan disitu karena laju dan tiba-tiba ada rongga antara jalan dan jembatan ada yang tiba-tiba ngerem, dan ada yang jatuh karena tidak kuat menahan motor setelah terjadi benturan," katanya.

"Untuk itu kita minta segera di perbaikilah, apalagi ini menjelang Idul Fitri biasa volume kendaraan itu meningkat, karena banyak masyarakat ingin bersilaturahmi kerumah keluarga di Sekura, Galing, Paloh atau Sajingan Besar kan mereka lewat sini," tutupnya. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved