Cara Terhindar dari Radang Tenggorokan Akibat Banyak Berbicara, Ikuti Tips Mudah dan Alami

siapa sangka banyak berbicara dengan terlalu keras, cepat dan tak terkontrol juga jadi penyeba terjadinya radang tenggorokan

Tayang:
Penulis: Madrosid | Editor: Madrosid
Tribunpontianak.co.id/ISTIMEWA
Radang Tenggorokan akibat banyak berbicara 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Penyakit radang tenggorokan sering kali muncul pada seseorang.

Banyak penyebab yang memicu terjadi radang tenggorokan secara umum memang terjadi akibat virus, bakteri, hingga makanan dan minuman.

Namun, siapa sangka banyak berbicara dengan terlalu keras, cepat dan tak terkontrol juga jadi penyeba terjadinya radang tenggorokan.

Penyebab ini dinamanakan faktor internal sedangkan penyebab akibat makanan virus itu akibat faktor eksternal.

Dikutip dari Tribunnews.com dr Ridha Patria Febriani, Sp. THT- KL, mengatakan timbulnya rasa nyeri tenggorokan sebagai laringtis, terjadi karena peradangan pada pita suara.

Rasa yang ditimbulkan adalah rasa nyeri pada tenggorokan, sulit berbicara, suara alami serak, batuk-batuk dan alami demam.

Biasanya ini terjadi pada orang yang memiliki profesi mengandalkan suara contohnya penyanyi atau presenter.

Baca juga: CARA Mengatasi Tenggorokan Seperti Ada yang Mengganjal, Mungkinkah Karena Asam Lambung ?

Tips Terhindar dari Radang Tenggorokan

- Kontrol saat Berbicara

- Tidak bicara terlalu cepat dan keras.

- Perlahan yang penting dapat didengar dan mudah dipahami.

- Cukupi kebutuhan cairan sehingga tenggorokan tidak mengalami kekeringan yang dapat menyebabkan iritasi.

- Jaga kebersihan mulut

- Kumur-kumur pakai anti septik untuk mengurangi radang tenggorokan.

- Istirahat yang cukup 6-8 jam.

Baca juga: Makanan dan Minuman Pereda Sakit Tenggorokan ! Lakukan Juga Cara Meringankan Radang Tenggorokan

Dokter Ridha memaparkan setidaknya seseorang harus mengonsumsi air sebanyak 8 gelas sehari.

Sehingga, tetap dapat menjaga kelembaban pada tenggorokan.

Selain itu juga diharapkan dapat menjaga kebersihan mulut meski sedang berpuasa.

Sikat gigi dan kumur-kumur menggunakan anti septik.

Tujuan agar dapat mengurangi risiko radang tenggorokan.

Yang utama adalah istirahat yang cukup minimal 6-8 jam untuk orang dewasa.

Kalau malam tidak bisa cukup beristirahat bisa diganti pada siang hari.

Cara tersebut bisa menjaga stamina pada tubuh sehingga tidak terpapar virus atau bakteri yang dapat sebabkan radang.

"Kemudian kalau merokok sebaiknya distop karena asap rokok bisa membuat iritasi. Jika tenggorokan sakit masih sakit, lakukan konsultasi pada dokter,"katanya dalam live streaming, Selasa 27 April 2021.

Radang tenggorokan perlu diwaspadai agar tidak sampai akut.

Radang tenggorokan akut biasanya terjadi kurang dari dua minggu yang menyerang secara mendadak dan reda setelah beberapa waktu.

Ada berbagai cara mengatasi radang tenggorokan akut tanpa konsumsi obat khusus, misalnya mencukupi istirahat, dan memperbanyak minum air putih.

Radang tenggorokan akut umumnya ditandai dengan gejala sakit tenggorokan.

Keluhan ini paling sering disebabkan oleh infeksi virus, termasuk virus Corona yang sedang mewabah saat ini.

Namun, ada juga radang tenggorokan yang disebabkan oleh infeksi bakteri.

Selain infeksi, merokok, vaping atau rokok elektrik dan polusi udara juga dapat memicu iritasi yang menyebabkan radang tenggorokan. Penyebab lainnya berupa reaksi alergi, hingga refluks asam lambung.

Mengenali Gejala Radang Tenggorokan Akut

Radang tenggorokan paling sering terjadi pada bagian belakang tenggorokan atau faring, kondisi ini dikenal sebagai faringitis.

Selain itu juga dapat terjadi pada organ di sekitarnya, seperti peradangan pada amandel atau tonsil (tonsilitis), radang atau pembengkakan kelenjar adenoid di hidung, atau peradangan pada pita suara (laringitis) yang kerap ditandai dengan suara yang serak.

Kondisi-kondisi ini seringkali terjadi bersamaan.

Umumnya radang tenggorokan akut bisa membaik dalam kurun waktu 5 sampai 10 hari meski tanpa pengobatan.

Ciri-ciri Gejala radang tenggorokan akut

- Tenggorokan terasa sakit, terutama saat menelan

- Sensasi kering pada tenggorokan

- Munculnya demam yang ringan

- Mengalami rasa tidak nyaman saat berbicara

- Munculnya batuk yang mengganggu

- Pembengkakan kelenjar getah bening sekitar leher.

Sebagian artikel dikutip dari Tribunnews.com dengan judul Kebanyakan Berbicara Picu Radang Tenggorokan.

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:00 WIB
France
Prancis
VS
Senegal
Senegal
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 05:00 WIB
Iraq
Irak
VS
Norway
Norwegia
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 08:00 WIB
Argentina
Argentina
VS
Algeria
Aljazair
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 11:00 WIB
Austria
Austria
VS
Jordan
Yordania
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved