SEJARAH Keberhasilan Penyelamatan Awak Kapal Selam Yang Hilang

Insiden yang dialami KRI Nanggala-402 tersebut merupakan insiden terbaru mengenai tragedi kapal selam di seluruh dunia.

Tayang:
Editor: Mirna Tribun
TRIBUNFILE/YOUTUBE
SEJARAH Keberhasilan Penyelamatan Awak Kapal Selam Yang Hilang 

Upaya menyelamatkan diri adalah upaya penyelamatan diri sendiri untuk mencapai permukaan laut tanpa bantuan eksternal.

Baca juga: Diduga Ini Penyebab KRI Nanggala 402 Hilang, Media Asing Sampai Soroti Insiden Kapal KRI Nanggala

Sedangkan upaya diselamatkan dilakukan oleh pihak luar yang mengeluarkan awak yang terperangkap di dalam kapal selam yang gagal naik ke permukaan.

Upaya penyelamatan diri Pada era awal kapal selam modern, fokus utama bagi perancang untuk keselamatan awak kapal selam adalah opsi menyelamatkan diri.

Pada 1910, diperkenalkan sistem penyelamatan diri dengan alat bantu pernapasan yang diadopsi dari para penambang batu bara.

Alat bantu pernapasan ini menggunakan soda-lime cartridge.

Alat ini pertama kali digunakan oleh sistem penyelamatan diri awak kapal selam U3 Jerman yang tenggelam pada 1911.

Jerman menamai alat bantu pernapasan tersebut sebagai Drager.

Sistem ini lantas diikuti oleh sejumlah angkatan laut untuk kapal selamnya.

Pada 1929, Angkatan Laut Kerajaan Inggris mengadopsi sistem yang hampir sama dengan nama Davis Submarine Escape Apparatus (DSEA).

Amerika Serikat (AS) lantas mengikutinya pada 1957 dan dinamakan Momsen Lung.

Alat bantu pernapasan dalam sistem penyelamatan diri ini lazim digunakan hingga 1946.

Pada tahun itu pula, Angkatan Laut Kerajaan Inggris melakukan penyelidikan mendalam terhadap DSEA-nya.

Hasil penyelidikan tersebut menyimpulkan, tidak ada perbedaan tingkat kelangsungan hidup antara mereka yang menggunakan DSEA untuk menyelamatkan diri dan mereka yang menyelamatkan diri tanpa DSEA.

Akibatnya, DSEA diganti dengan teknik free ascent.

Dalam teknik ini, kru kapal selam diajari teknik bernapas untuk menyelamatkan diri dari kapal selam.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved