PGK Sambas Dukung Peningkatan Pengawasan Orang di Perbatasan

Kata Firman, dari informasi yang mereka terima, kasus Covid-19 di Khucing, Serawak Malaysia masih tinggi

Penulis: Muhammad Luthfi | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) Kabupaten Sambas, Firman. (Istimewa) 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) Kabupaten Sambas, Firman mendukung upaya pemerintah daerah dan stakeholder terkait untuk meningkatkan pengawasan keluar masuk orang di perbatasan RI-Malaysia, khususnya di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk.

Kata Firman, dari informasi yang mereka terima, kasus Covid-19 di Khucing, Serawak Malaysia masih tinggi, sehingga memang harus ada perlakuan khusus dengan pelintas yang berasal dari daerah tersebut.

"Informasi yang kita terima disana juga masih tinggi kasus Covid-19 nya. Sehingga mereka melakukan isolasi daerah dan pembatasan gerak untuk ke beberapa wilayah di Malaysia," ujarnya, Minggu 18 April 2021.

"Nah kalau disana memberlakukan demikian, wajar kiranya kalau kita juga memberlakukan itu. Karena menghindari masuknya kasus Covid-19 dari luar negeri," katanya.

Baca juga: Kasus Konfirmasi COVID 19 di Sambas Mencapai 273 Pasien

Lebih lanjut kata Firman, dengan pengetatan penjagaan itu hasilnya sudah terlihat.

Dari informasi yang di sampaikan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas, saat ini ada 24 kasus Positif Covid-19 yang terditeksi setelah dilakukan pemeriksaan ketat di PLBN Aruk.

"Dengan adanya 24 kasus Positif dari tiga ribu pelintas itu artinya bahwa ada warga kita yang terpapar Covid-19 di luar negeri. Nah jangan sampai nantinya kasus ini bermutasi dibawa ke kampung halamannya, sehingga terjadi transisi lokal dan memperbanyak kasus positif Covid-19," ungkapnya.

Saat ini kata Firman, di Sambas sudah relatif aman dan terkendali.

Dimana masyarakat mulai taat menggunakan masker, dan menghindari kerumunan.

"Dan petugas kita juga rajin melakukan patroli. Karenanya jangan sampai jadi banyak lonjakan kasus, lebih lagi kita sekarang ingin menghadap puncaknya Idul Fitri, jangan sampai nanti ada banyak kasus-kasus baru," katanya.

"Intinya kita mengajak masyarakat untuk saling menjaga dan tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19, saat beraktivitas di luar rumah" tutupnya. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved