Breaking News:

BMKG Imbau Masyarakat Waspadai Dampak Tidak Langsung Badai Tropis Surigae di Kalbar

Dampak tidak langsung badai Tropis Surigae antara lain hujan deras yang bisa disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat, khususnya pada siang

BMKG.go.id
Logo BMKG 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,SINTANG - Badan Meterologi, Krimatologi dan Geofisika mengimbau masyarakat Kalbar, untuk mewaspadai dampak yang dipicu oleh cuaca ekstrem badai Tropis Surigae di sejumlah wilayah di Kalbar, termasuk Sintang.

Dampak tidak langsung badai Tropis Surigae antara lain hujan deras yang bisa disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat, khususnya pada siang hingga sore hari.

"Waspadai dampak angin kencang seperti tumbangnya pohon, tumbangnya papan baliho, kerusakan atap rumah, ataupun angin kencang bagi penerbangan. Waspadai dampak petir yang bisa merusak peralatan elektronik di rumah, dan sebagainya," Kepala Stasiun Meteorologi Supadio Pontianak Nanang Buchori, Rabu 14 April 2021.

Baca juga: Polisi Pastikan Informasi Pembegalan di Sepinang Ketungau Hilir Kabupaten Sintang Merupakan Hoax

Berdasarkan analisis tanggal 14 April 2021 pukul 07.00 WIB, posisi Badai Tropis berada di Samudera Pasifik Utara Papua, 8.2LU, 137.0BT (sekitar 1050 km sebelah utara Biak), dengan arah gerak menuju Barat Laut dengan kecepatan 6 knots (11km/jam) perlahan bergerak menjauhi wilayah Indonesia.

Tekanan udara di Pusat Siklon saat ini adalah 1.000 hPa, dengan kecepatan angin maksimum mencapai 60 knot. Diprakirakan 24 jam ke depan, tanggal 15 April 2021 pukul 07.00 WIB arah gerak siklon hampir stasioner, bergeraknya hanya perlahan menjauhi wilayah Indonesia.

Potensi hujan intensitas sedang hingga lebat diprakirakan setidaknya terjadi hingga tanggal 16 April 2021di sebagian wilayah Kabupaten Kota: Bengkayang, Landak, Kayong Utara, Kubu Raya, Pontianak, Ketapang, Sanggau, Sekadau, Sintang, Melawi dan Kapuas Hulu.

Adanya badai tropis Surigae tersebut membentuk pola pertemuan angin di sekitar wilayah Kalimantan Barat. Menurut Nanang, adanya pola pertemuan angin tersebut mengindikasikan masih terdapat potensi hujan intensitas sedang hingga lebat yang bisa disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat di sebagian besar wilayah Kalimantan Barat.

"Dampak hujan lebat yang berpotensi terjadi di sebagian wilayah Kalimantan Barat ini merupakan dampak secara tidak langsung dari badai tropis Surigae, karena terjadinya tidak di sekitar area Badai Tropis tersebut," ujar Nanang. (*)

Penulis: Agus Pujianto
Editor: Hamdan Darsani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved