Marhaban Ya Ramadhan
Tentunya kebiasaan Rasulullah ini banyak diikuti oleh kaum muslimin di seluruh dunia.
Tentu sebagai persiapan untuk kebutuhan berpuasa dan amal-amal penunjang seperti infaq dan sedekah.
Adapun yang dimaksud non fisik ialah seperti mempersiapkan diri dengan pengetahuan yang cukup tentang puasa yang sesungguhnya puasa itu bukan sekedar tidak makan, tidak minum, dan tidak bersenggama suami-istri.
Hal ini yang sangat penting ialah karena jika hanya tahu tidak makan dan tidak minum maka peringatan Rasulullah SAW “hanya dapat lapar dan haus” bisa jadi kenyataan pada kita.
Ketiga, berikhtiar melapangkan diri dari rasa yang tidak baik disebabkan kita banyak salah terhadap sesama lebih-lebih terhadap Allah.
Oleh karena itu dianjurkan menjelang ramadhan untuk bermushafahah yakni saling memaafkan antar sesama. Itu urusan dengan sesama di permukaan bumi ini. Saling meminta ridha atas keliru dan salah.
Nanti di akhir Ramadhan salah satu yang didoakan oleh Jibril untuk tidak diterima puasa seseorang yang sampai selesai Ramadhan tidak dimaafkan oleh oleh sesamanya yang dipersalahi.
Sedangakan atas kesalahan di hadapan Allah, menjelang Ramadhan ini dianjurkan banyak salat taubat. Inilah makna ber-marhaban Ramadhan.
Selamat menunaikan ibadah puasa ramadhan 1442 H. Semoga ibadah puasa kita dapat menjadi instrumen perbaikan diri di masa mendatang. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/rektor-iain-pontianak-dr-syarif-sag-ma-547.jpg)