Marhaban Ya Ramadhan
Tentunya kebiasaan Rasulullah ini banyak diikuti oleh kaum muslimin di seluruh dunia.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - MARHABAN lazim dimaknai sebagai ucapan selamat datang yang disertai dengan kelapangan dada yang bermakna bahwa orang yang menyambut kedatangan sangat bahagia karena yang datang itu seseorang atau sesuatu yang sangat penting atau sangat bermakna.
Jika dirangkai dengan kata ramadhan, artinya ucapan selamat datang kepada bulan Ramadhan yang diucapkan oleh kaum muslimin tentunya, dengan kebahagiaan yang sangat, oleh karena Ramadhan memiliki makna yang sangat penting.
Rasulullah SAW menyambut datangnya Ramadhan dengan berpuasa di bulan Sya’ban yang intensitasnya melebihi puasa di bulan-bulan lainnya.
Tentunya kebiasaan Rasulullah ini banyak diikuti oleh kaum muslimin di seluruh dunia.
Baca juga: BACAAN Niat Doa Buka Puasa Ramadhan Lengkap Niat Sahur Puasa Ramadan
Dalam perjalanan waktu dimana ajaran Islam diperkenalkan kepada masyarakat di berbagai tempat di seluruh dunia, kemudian ekspresi ber-marhaban Ramadhan ini diwujudkan dalam banyak bentuk.
Ada yang diekspreskan dengan bersedekah yaitu mengantar makanan ke tetangga, ada yang nyekar ke makam orang tua atau leluhur, dan sebaginya.
Intinya kaum muslimin di seluruh dunia bergembira dengan tibanya waktu memasuki bulan Ramadhan.
Ini tak terlepas dengan penuturan Rasulullah SAW bahwa bulan ramadhan adalah bulan ummatnya.
“Rajaba syahrullaah wa sya’bana syahrii wa ramadhana syahru ummatii. Rajab bulan Allah, Sya’ban bulanku, dan Ramadhan bulan umatku” (hadis).
Ramadhan sebagai bulan umat Muhammad ialah bahwa Ramadhan dibedakan dari waktu atau bulan umat lain berpuasa.
Seperti puasa kaum Nabi Daud sehari puasa sehari tidak, dulu bagi Nabi Daud dan kaumnya wajib berpuasa seperti itu.
Baca juga: Sambut Ramadan, Ini Pesan Kapolres Bengkayang Kepada Masyarakat
Juga untuk kaum Nabi Isa AS puasanya Senin-Kamis. Dulu Nabi Isa dan kaumnya wajib puasa di waktu demikian.
Disebutlah puasa selain di bulan Ramadhan sebagai puasanya kaum terdahulu.
Implementasi yang sangat dituntut dari ber-marhaban Ramadhan ini tentu kita harus melapangkan dada dengan penuh keikhlasan dan berniat untuk melaksanakan kewajiban kita berpuasa di bulan Ramadhan.
Ada bebearpa hal yang harus menjadi konsern kita dalam rangka menyambut Ramadhan. Pertama, mempersiapkan diri secara fisik berupa menjaga kesehatan dan mental yang sehat.
Kedua, mempersiapkan diri baik secara fisik maupun non fisik. Fisik yang dimaksud ialah persiapan meteri sebagai bekal berjuang di jalan Allah SWT.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/rektor-iain-pontianak-dr-syarif-sag-ma-547.jpg)