Dua Bulan Jelang Ulang Tahunnya Yang ke-100, Pangeran Philip Duke of Edinburgh Minta Hal Ini

Istrinya lalu diangkat menjadi ratu pada 1952 setelah kematian ayahnya, Raja George VI. Setelah itu, Philip tak lantas dinobatkan diberi gelar raja.

AFP/ALASTAIR GRANT via Kompas.com
Pangeran Philip 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Pangeran Philip, Duke of Edinburgh, meninggal Jumat 9 April 2021 pada usia 99.

Pernikahannya dengan Ratu Elizabeth II dilakukan lima tahun sebelum Sang Ratu naik tahkta.

Pangeran Philip menikahi Ratu Elizabeth II pada 1947.

Istrinya lalu diangkat menjadi ratu pada 1952 setelah kematian ayahnya, Raja George VI. Setelah itu, Philip tak lantas dinobatkan diberi gelar raja.

Ratu muda Inggris saat itu hanya memberi suaminya gelar pangeran, Duke of Edinburgh pada 22 Februari 1957.

Meski begitu, pemberian gelar itu tidak sembarangan bagi Philip, yang seharusnya tidak disebut raja atau pangeran Inggris.

Baca juga: Inggris Berduka - Pangeran Philip Suami Ratu Elizabeth II Meninggal Dunia di Usia 99 Tahun

Alasannya antara lain karena Pangeran Philip sebenarnya adalah mantan pangeran Denmark dan Yunani.

Dan sama sekali tidak memiliki darah keturunan Inggris.

Selain itu, menurut BBC News, seorang wanita yang menikah dengan raja bisa disebut ratu.

Tetapi bagi pria yang menikah dengan raja, terdapat aturan yang berbeda.

Mereka tidak dapat menggunakan gelar raja karena itu hanya diberikan kepada laki-laki yang mewarisi takhta.

Oleh karena itu, putra tertua pasangan itu, Charles, Pangeran Wales, akan menerima gelar raja saat dia menjabat posisi tersebut.

Anak-anak mereka yang lain: Putri Anne, Pangeran Andrew dan Pangeran Edward akan mempertahankan gelar-gelar ini.

Pangeran William, putra Pangeran Charles dan cucu ratu, berada di urutan berikutnya untuk gelar raja, diikuti oleh putra tertuanya, Pangeran George.

Memberi Pangeran Philip gelar Duke of Edinburgh bukanlah satu-satunya keputusan penamaan unik yang dibuat oleh Ratu Elizabeth II.

Pada 1960, Ratu Elizabeth dan Pangeran Philip memutuskan untuk membedakan diri dengan bangsawan masa lalu, yang tidak menggunakan nama belakang.

Mereka mulai menggunakan nama belakang dengan tanda penghubung: Mountbatten-Windsor.

Nama Mountbatten berasal dari kakek nenek dari pihak ibu Pangeran Philip.

Menurut BBC News, Pangeran Philip adalah orang yang meminta perubahan nama belakang ini.

"Saya satu-satunya pria di negara ini yang tidak diizinkan memberikan namanya kepada anak-anaknya," katanya ketika Ratu Elizabeth II dibujuk untuk mempertahankan Windsor, lapor BBC News. 

Jadi, anak dan cucu ratu dapat menggunakan Mountbatten-Windsor sebagai nama keluarga - jika diperlukan. Namun, bangsawan tidak terlalu sering menggunakan nama belakang.

Mereka sudah memiliki gelar yang cukup lama digunakan, seperti Pangeran William, Duke of Cambridge. Pangeran Philip mungkin bukan raja, tetapi dia selalu berada di sisi istrinya.

Dia merupakan pendamping Ratu, dengan peran utama mendukung terlama dari Raja Inggris mana pun.

Duke of Edinburgh menyelesaikan lebih dari 22.000 penugasan tunggal sampai pada saat dia pensiun dari tugas kerajaannya pada 2017, menurut BBC News. 

Baca juga: Mirip Pangeran Harry! Ini 8 Potret Suami Ratu Elizabeth II, Pangeran Philip Saat Masih Muda

Tanpa upacara kenegaran

Dalam usia 99 tahun, diketahui dirinya akan dimakamkan tanpa upacara kenegaraan.

Hal itu disebabkan pandemi virus corona yang mengharuskan prosesi permakaman lebih sederhanya dibandingkan anggota Kerajaan Inggris lainnya.

Associated Press mewartakan, prosesi permakaman Pangeran Philip ini diberi nama sandi Operation Forth Bridge.

 "Selama pandemi virus corona, dan berdasarkan anjuran pemerintah saat ini serta pedoman social distancing, pengaturan permakaman dan upacara yang dimodifikasi untuk Yang Mulia Duke of Edinburgh sedang dipertimbangkan Yang Mulia Ratu," kata Istana Buckingham.

"Detailnya akan dikonfirmasi pada waktunya," lanjut bunyi pernyataan tersebut.

Gedung-gedung Pemerintah Inggris dan tempat tinggal kerajaan sekarang memasang bendera setengah tiang.

Jaringan televisi Inggris pun membatalkan program-program terjadwalnya untuk menayangkan liputan khusus setelah Pangeran Philip wafat.

Prosesi Pemakaman

Kematiannya akan ditandai dengan 41 tembakan penghormatan pada Sabtu siang 10 April 2021 di lokasi-lokasi seluruh negeri, termasuk Menara London dan Kastil Edinburgh, serta di Gibraltar dan kapal Angkatan Laut Kerajaan di perairan.

Namun, pihak istana dan Pemerintah Inggris mengimbau masyarakat tidak mengumpulkan atau meletakkan bunga di luar kediaman kerajaan.

Sebagai gantinya, Istana Buckingham mengundang warga untuk menandatangani buku belasungkawa secara online untuk menghindari kerumunan dan antrean.

Ketika ibu Ratu Elizabeth meninggal pada 2002, peti matinya diletakkan di Aula Westminster Gedung Parlemen.

Ribuan orang datang untuk memberikan penghormatan terakhir.

Namun jasad Pangeran Philip tidak akan dikebumikan dengan cara itu, karena situasi pandemi dan sikapnya yang tak mau merepotkan orang lain.

Ia juga sempat mengungkap keinginan tak mau dimakamkan dengan upacara kenegaraan.

College of Arms badan yang mengawasi protokol seremonial pada Jumat mengatakan, jenazah Pangeran Philip akan dibaringkan di Kastil Windsor sekitar 40 km barat London.

Di sanalah dia menghabiskan minggu-minggu terakhirnya dengan Ratu Elizabeth II, istri yang dinikahinya selama 73 tahun.

Permakaman Pangeran Philip akan diadakan di Kapel St George Kastil Windsor, tempat permakaman dan pernikahan keluarga kerajaan selama berabad-abad.

Pangeran Harry dan Meghan Markle juga menikah di sana pada 2018. "Ini sesuai dengan kebiasaan dan keinginan Yang Mulia," kata College of Arms.

Istana Buckingham akan mengumumkan kapan permakaman Pangeran Philip dan berapa banyak orang yang akan hadir.

Inggris membatasi permakaman hanya dihadiri maksimal 30 orang, jadi kemungkinan hanya keluarga dekat yang datang.

Baca juga: Kisah Romantis Ratu Elizabeth II dengan Pangeran Philip Terungkap Lewat Surat

Pangeran Harry

Pangeran Harry dilaporkan akan pulang untuk menghadiri permakaman kakeknya, Pangeran Philip, yang meninggal dunia pada Jumat 9 April 2021.

Harry akan datang ke upacara di Kapel St George, Windsor, kemungkinan besar minggu depan menurut Daily Mail.

Namun, belum ada kabar apakah Meghan Markle yang sedang hamil akan ikut bersama Pangeran Harry.

Pangeran Harry kemungkinan akan terbang ke London dengan jet pribadi dari rumahnya di dekat Los Angeles, Amerika Serikat (AS).

Dia bisa mendapat dispensasi diplomatik untuk dibebaskan dari aturan karantina Covid-19 yang berlaku bagi penerbangan dari "Negeri Paman Sam".

Itu artinya Pangeran Harry juga tak perlu menjalani karantina 10 hari saat tiba di Inggris, tetapi akan menjalani tes Covid-19 di AS dulu sebelum berangkat.

Sejauh ini belum diketahui di mana Pangeran Harry akan tinggal selama di Inggris, atau berapa lama dia singgah di kampung halamannya.

Sementara itu belum ada komentar resmi dari Pangeran Harry dan Meghan Markle tentang kabar Pangeran Philip meninggal.

Suami Ratu Elizabeth II ini meninggal dua bulan jelang ulang tahunnya yang ke-100.

Istana Buckingham mengonfirmasi Pangeran Philip meninggal dunia pada Jumat (9/4/2021) dan mengunggah pernyataan resminya di Twitter.

"Dengan kesedihan yang mendalam Yang Mulia Ratu mengumumkan kematian suaminya yang tercinta, Yang Mulia Pangeran Philip, Duke of Edinburgh."

"Yang Mulia meninggal dengan damai pagi ini di Kastil Windsor."

"Pengumuman lebih lanjut akan dilakukan pada saatnya." "Keluarga Kerajaan bersama orang-orang di seluruh dunia berduka atas kepergiannya," dikutip dari AFP.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ini Alasan Pangeran Philip Tidak Diberi Gelar Raja", dan "Pangeran Philip Wafat Dimakamkan Tanpa Upacara Kenegaraan, Begini Prosesnya..."

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved