Breaking News:

PERHATIKAN, 8 Cara Mengurangi Resiko Gerd, Sebelum Sahur dan Berbuka Puasa

Penyebab utama kondisi yang juga dikenal dengan sebutan heartburn ini adalah naiknya asam dari lambung ke kerongkongan.

hellosehat.com
Apa Beda Heartburn, Refluks Asam Lambung, dan GERD ? Kenali Juga Penyebab, Gejala hingga Penanganan 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Gastroesofageal reflux disease (Gerd) adalah kondisi di mana dada terasa perih dan panas seperti terbakar.

Penyebab utama kondisi yang juga dikenal dengan sebutan heartburn ini adalah naiknya asam dari lambung ke kerongkongan.

Kita bisa mengalami heartburn setelah mengonsumsi makanan pedas, atau memakai ikat pinggang yang terlalu ketat.

Nah, sensasi terbakar di dada bisa menjadi lebih parah saat kita berjuang untuk tidur di malam hari.

Baca juga: Ramai Dugaan Ashraf Sinclair Suami BCL Karena GERD, Apa Bedanya dengan Serangan Jantung?

Baca juga: Nyeri di Dada? Tak Selalu Gejala Serangan Jantung, Mungkin Saja Itu Tanda-tanda GERD

Mengapa demikian?

Ketika kita berada dalam posisi duduk atau berdiri, gravitasi membantu memindahkan makanan dari kerongkongan masuk ke dalam perut tempat makanan dicerna.

"Di saat kita berbaring, kita kehilangan bantuan gravitasi yang memungkinkan esofagus atau kerongkongan membersihkan makanan, empedu dan asam."

Demikian dijelaskan ahli gastroenterologi Dr Scott Gabbard, MD.

Scott Gabbard melanjutkan, kondisi itulah yang dapat membuat kita merasakan heartburn atau nyeri dada.

Tak sedikit orang yang memiliki pengalaman berbeda saat menderita heartburn, namun sebagian besar mengalaminya di malam hari, dan menjadi lebih sulit mengendalikan rasa nyeri.

Penyebab heartburn

Saat kita makan, makanan melewati tenggorokan dan kerongkongan menuju perut.

Otot kerongkongan bagian bawah mengendalikan terbukanya jalan antara kerongkongan dan perut.

Jika kita tidak sedang menelan makanan, otot tersebut akan tertutup rapat.

Di saat otot kerongkongan bagian bawah gagal menutup setelah makanan lewat, isi asam lambung kita bisa naik kembali ke kerongkongan, atau disebut refluks.

Begitu asam lambung mengenai bagian bawah kerongkongan, kita akan merasakan sensasi terbakar. Inilah mengapa kondisi ini dinamakan heartburn.

"Sekitar satu dari 10 orang dewasa mengalami heartburn setidaknya sekali seminggu, dan satu dari tiga orang mengalaminya setiap bulan," kata Dr Gabbard.

Dia menambahkan, sekitar 10-20 persen orang dewasa di dunia mengalami Gerd kronis.

Dia lalu menyarankan cara berikut untuk mengurangi risiko heartburn:

1. Menurunkan berat badan

Indeks massa tubuh (BMI) memperhitungkan berat dan tinggi badan.

Orang yang kelebihan berat badan, dengan indeks massa tubuh 25 atau lebih berisiko mengalami heartburn.

2. Berhenti merokok

Berhenti merokok wajib kita lakukan untuk mengurangi risiko heartburn.

Satu studi menemukan, ketika 141 pasien Gerd berhenti merokok, kondisi mereka 44 persen lebih baik.

Namun, pada 50 pasien Gerd yang belum berhenti merokok, mereka hanya mengalami perbaikan kondisi sebesar 18 persen.

Selain bermanfaat untuk meredakan heartburn, berhenti merokok juga membuat kita lebih sehat dalam berbagai hal.

Baca juga: Kaum Milenial, Hindari Rebahan Setelah Makan Ya, Bisa Picu Asam Lambung, Lho!

Baca juga: OBAT Herbal Asam Lambung Alami, Kenali Tanda Asam Lambung Naik | Jangan Remehkan Jahe dan Pisang

3. Batasi makanan berlemak, terutama di sore hari

Bagi seseorang yang mengalami heartburn kronis, sebaiknya mengonsumsi makanan yang kurang dari 500 kalori, dan 20 gram lemak.

4. Beri jarak tiga jam antara waktu makan malam dan tidur

Perut butuh 4-5 jam untuk mengosongkan makanan, jadi sesudah makan, berikan jarak waktu tiga jam sebelum tidur.

5. Konsumsi obat pengurang asam

Obat yang sering diresepkan untuk penderita Gerd adalah penghambat pompa proton.

Meskipun dianggap aman, jika kita ingin mengonsumsi obat-obatan ini dalam jangka panjang, kita harus berkonsultasi dengan dokter.

6. Mengonsumsi obat alginat

Jika kita memerlukan obat untuk diminum sesuai kebutuhan, pertimbangkan konsumsi obat yang mengandung alginat.

Asam alginat adalah karbohidrat alami yang diproses dari rumput laut dan banyak digunakan pada bahan makanan olahan atau obat-obatan.

Alginat terbukti menjadi agen yang efektif untuk perut bila digunakan sesuai kebutuhan.

7. Hindari makanan yang sensitif bagi perut

Hindari makanan yang dapat memicu masalah pencernaan seperti tomat, lemon, produk susu, atau bahkan alkohol.

8. Gunakan body pillow

Gabbard merekomendasikan penggunaan body pillow yang membantu kita tidur miring dengan kepala terangkat.

Berbaring miring memungkinkan kandungan asam melewati otot kerongkongan bagian bawah ke dalam perut.

Dan, posisi kepala yang terangkat memudahkan makanan menuju ke sistem pencernaan.

(*)

Penulis: Maudy Asri Gita Utami
Editor: Maudy Asri Gita Utami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved