Breaking News:

Pemda Kapuas Hulu Sosialisasi HKI, Ini Harapan Wabup

Saya sangat yakin bahwa Kapuas Hulu ini kaya, baik dalam SDM ataupun SDA nya. Seperti yang telah saya dan Bapak Bupati tuangkan

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Sahirul Hakim
Wakil Bupati Kapuas Hulu Wahyudi Hidayat saat menghadiri dan membuka langsung acara sosialisasi hak kekayaan intelektual (HKI) Kabupaten Kapuas Hulu, di Aula Bappeda Kapuas Hulu, Kamis 8 April 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUASHULU - Wakil Bupati Kapuas Hulu Wahyudi Hidayat, menghadiri dan membuka langsung acara sosialisasi hak kekayaan intelektual (HKI) Kabupaten Kapuas Hulu, di Aula Bappeda Kapuas Hulu, Kamis 8 April 2021.

Dalam katasambutan Wabup, berharap kegiatan ini dapat membawa angin segar dalam upaya perlindungan dan pemanfaatan kekayaan intelektual yang ada di Kapuas Hulu.

"Saya sangat yakin bahwa Kapuas Hulu ini kaya, baik dalam SDM ataupun SDA nya. Seperti yang telah saya dan Bapak Bupati tuangkan dalam Visi Kami yaitu berdaya saing," ujarnya.

Maka dari itu, jelas Wahyudi Hidayat atas nama pemerintahan daerah Kabupaten Kapuas Hulu sangat mengharapkan kerjasama dari semua pihak untuk terciptanya Kapuas Hulu HEBAT. "Kita impikan bersama untuk kesejahteraan seluruh masyarakat Kabupaten Kapuas Hulu," ucapnya.

Baca juga: Bahas Karhutla, Kajari Kapuas Hulu Coffee Morning Secara Virtual Dengan Forkompimda Provinsi Kalbar

Secara sederhana HKI merupakan kekayaan yang timbul atau lahir dari kemampuan intelektual manusia. Karya-karya yang timbul atau lahir dari kemampuan intelektual manusia dapat berupa karya-karya di bidang teknologi, ilmu pengetahuan, seni dan sastra. "Karya-karya tersebut dilahirkan atau dihasilkan atas kemampuan intelektual manusia melalui curahan waktu, tenaga, pikiran, dan daya cipta," ujarnya.

Wabup menuturkan, kreativitas masyarakat Kapuas Hulu, saat ini telah menjadi salah satu keunggulan daerah yang harus terus dipupuk dan dikembangkan, dan juga harus diikuti dengan upaya menumbuhkan kesadaran masyarakat akan Hak Kekayaan Intelektual atau HKI.

"HKI menjadi kebutuhan bagi masyarakat. Terlebih dengan semakin berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi, menjadikan sekat-sekat teretorial suatu bangsa bahkan daerah menjadi semakin kabur," ucapnya.

Kemudian, kreativitas apa yang kita hasilkan, sangat mudah diakses bahkan ditiru oleh bangsa atau masyarakat lain.

"Oleh karena itu untuk melindungi karya kreatif kita khusus nya Kabupaten Kapuas Hulu, maka kita harus peduli dengan Hak Kekayaan Intelektual," ujarnya.

Selain itu juga kata Wabup, masyarakat harus peka terhadap apa yang di lihat dan apa yang di makan sehari-hari, apakah sudah dipatenkan atau belum.

"Kita mencontohkan tempe yang telah dipatenkan Jepang padahal tempe adalah makan kita sehari-hari," ujarnya.

Demikian pula jenis makanan Kapuas Hulu yang lain seperti kerupuk basah atau kerupuk kering.

"Jika belum dipatenkan maka marilah kita patenkan agar nantinya tidak diambil oleh orang lain, dan dapat menjadi kekayaan kita khususnya Kabupaten Kapuas Hulu,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Balitbang Provinsi Kalimantan Barat, Herkulana Mekarryani menjelaskan, sosialisasi ini merupa-kan salah satu upaya untuk menambah wawasan, pengetahuan serta kesadaran akan pentingnya HKI.

"Dengan HKI suatu produk hasil kreativitas masyarakat akan memiliki kekuatan hukum. Terlebih bagi dunia usaha terutama UMKM, HKI menjadi sangat penting untuk pengembangan ekonomi kreatif yang penuh dengan persaingan," ungkapnya. (*)

Penulis: Sahirul Hakim
Editor: Try Juliansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved