Breaking News:

Partai Ummat Diprediksi Pengamat Akan Menggerus Suara PAN

Inikan demokrasi, selama memenuhi persyaratan perundang-undangan, setiap warga negara berhak untuk mendirikan parpol, termasuk parpol yang di dirikan

Penulis: Ridho Panji Pradana | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
PIC Partai Ummat di Kalbar, Muhammad Farid Riza. IST 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pengamat Politik Untan, Dr. Jumadi, M.Si menilai kehadiran Partai Ummat besutan Amien Rais akan menggerus suara PAN.

Berikut penuturannya.

Inikan demokrasi, selama memenuhi persyaratan perundang-undangan, setiap warga negara berhak untuk mendirikan parpol, termasuk parpol yang di dirikan Amien Rais. Saya pikir itu yang penting.

Tentu akan diverifikasi oleh Kemenkumham, persyaratan sebagai sebuah parpol berdasarkan peraturan perundang-undangan.

Baca juga: Eks Kader PAN di Kalbar ke Partai Ummat, Persiapkan Diri Deklarasi di Bulan Ramadhan

Wajar menurut saya Partai Ummat membangun konsolidasi sampai ke tingkat daerah, untuk memenuhi syarat terbentuk ditingkat Provinsi, Kabupaten Kota, sampai ke level tingkat kecamatan.

Kalau kita melihat kronologisnya berdirinya Partai Ummat karena ada kekecewaan dari mantan petinggi PAN, termasuk Amien Rais hasil kongres PAN. Ketidaksamaan pandangan visi terhadap Zulkifli Hasan.

Kalaupun misalnya Amien Rais mengeluarkan pernyataan harus ada eks kader PAN didalam Partai Ummat ya sah-sah saja.

Tentu hal ini akan berdampak pada PAN, salah satu dampaknya pecahnya parpol akan berdampak pada parpol asal, sedikit banyak akan menggerus PAN, dan tentu ini menjadi tantangan PAN untuk konsolidasi.

Memang awal-awal reformasi PAN identik dengan Muhamadiyah, namun sekarang Muhamadiyah telah meletakkan tekad sesuai dengan konstitusi organisasi, tidak berafiliasi pada kekuatan parpol manapun, tidak ada kaitan organisatoris.

Begitu juga dengan Partai Ummat, tidak bisa menggiring Muhamadiyah. Saya yakin Muhamadiyah akan komitmen dengan konstitusinya tidak berafiliasi, jikapun ada oknum secara personal itu urusan pribadi. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved